DPRD Medan–Bekasi Perkuat Sinergi, Bahas Solusi Sampah Jadi Energi

BLOKBERITA.COM — Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, menerima kunjungan Anggota DPRD Kota Bekasi yang juga Ketua BKAD DPRD Kota Bekasi, Agus Rohadi, di ruang kerjanya, Senin (27/4). Pertemuan ini dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk bertukar pandangan terkait pembangunan daerah serta penanganan persoalan perkotaan, khususnya pengelolaan sampah.

Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut staf ahli Ketua DPRD Medan, Zainuddin Lubis. Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif dengan fokus pada peningkatan kolaborasi antarlegislatif.

Dalam pertemuan itu, Wong Chun Sen menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di Kota Medan. Selain itu, sektor kesehatan dan penyediaan lapangan kerja juga menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.

Ia mengungkapkan, volume sampah di Kota Medan saat ini mencapai sekitar 1.700 ton per hari dan seluruhnya masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang belum mampu mengimbangi peningkatan volume sampah.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus segera diubah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai potensi yang dapat diolah menjadi energi ramah lingkungan.

“Kota Medan telah masuk dalam Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik. Ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Medan telah menjalin kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung implementasi program tersebut. Namun demikian, pelaksanaan kerja sama dengan pihak ketiga tetap dilakukan secara hati-hati.

Wong menambahkan, anggaran penanganan sampah di Kota Medan mencapai sekitar Rp198 miliar setiap tahun. Meski cukup besar, penggunaan anggaran tersebut harus tetap transparan dan sesuai regulasi.

“Kami akan berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung agar seluruh proses berjalan aman secara hukum,” katanya.

Sementara itu, Agus Rohadi menjelaskan bahwa Kota Bekasi juga tengah mendorong modernisasi sistem pengelolaan sampah pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Ia menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan di tingkat rumah tangga. Selain itu, pengembangan TPA modern juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu agar volume yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Agus menilai, persoalan sampah di kota-kota besar Indonesia sudah berada pada tahap serius dan membutuhkan solusi konkret yang terukur. Ia berharap, pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antar daerah sekaligus melahirkan inovasi dalam pengelolaan sampah.

Melalui diskusi tersebut, kedua pihak sepakat pentingnya kolaborasi berkelanjutan guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.(RS)

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *