BLOKBERITA.COM – Anggota DPRD Medan, Hj. Roma Uli SST., MKM menepis adanya pemberitaan pada media online yang menyebut kegiatan Sosialisasi Perda Nomor 04 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh yang dilaksanakannya, Minggu (23/3/25) di sulap menjadi kegiatan berbagi tali asih kepada anak yatim.
Menurut Roma yang merupakan politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Medan ini, kegiatan sosperda yang dia laksanakan selama dua sesi berlangsung dan dihadiri ratusan masyarakat yang diundang.
“Kita tidak ada fiktif atau melanggar aturan, kegiatan Sosper selalu kita laksanakan dan dihadiri perwakilan kecamatan Medan Marelan, pihak kelurahan dan perwakilan OPD Pemko Medan. Saat pelaksanaan kegiatan cuaca kurang mendukung dan hujan. Sehingga jadwal yang sudah ditentukan mundur sebab masih sedikit warga yang diundang hadir. Namun, akhirnya setelah hujan reda warga pun banyak berdatangan, jadi tidak ada kegiatan direkayasa, “sebut Roma kepada awak media, Kamis (3/4/25).
“Mengenai pemberian tali asih, memang kami lakukan dan itu juga tidak bersamaan dengan pelaksanaan Sosper. Selesai kegiatan dan karena momen untuk berbagi di bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri, kami atas nama keluarga besar membagikan sedikit rezeki kepada anak yatim yang memang sengaja kami undang datang, “kata Roma lagi.
Dijelaskannya, bahwa sosperda tetap berlangsung dua sesi dan dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Medan Marelan, Bobby Iswanda dan kelurahan setempat serta OPD terkait.
Bahkan dalan kegiatan tersebut sempat menjadi ajang testimoni salah seorang warga yang mendapat perhatian khusus dari Bu Bidan. Salah seoranh warga Kelurahan Bahari, Ari menceritakan kelamnya ketika tenggelam dalam dunia hitam narkoba,
Ari mengaku hidupnya sempat hancur, sebelum akhirnya kasih dan sayang bu Bidan Roma Uli, jadi penyelamat hidupnya.
Ari berharap Roma Uli yang sekarang menjadi wakil rakyat bisa mewujudkan adanya pusat rehabilitasi narkoba, di pemukiman kumuh yang kerap menjadi sarang narkoba.
“Saya pun heran, kegiatan yang saya lakukan benar namun diberitakan menjadi tidak benar dan tidak ada saya dikonfirnasi pada saat itu. Karena setiap kegiatan Sosper yang saya laksanakan ada mengundang awak media dan manalah saya berani mempermainkan anggaran resmi untuk kepentingan masyarakat konstituen saya, “terang nya lagi.
Roma Uli menerangkan lagi, kegiatan menyantuni anak yatim merupakan kegiatan yang dilakukan oleh komunitas SEBAR (Sedekah Bersama) dimana Roma Uli didaulat sebagai ketua dan Pembinanya Bapak Yuslin Siregar.
Kegiatan ini lanjut Roma, sudah berjalan empat tahun yang targetnya adalah menyantuni anak yatim, dhuafa, lansia, korban bencana juga disabilitas. Pelaksanaanya berlangsung diantar jam 15.00 – 16.00 atau tepatnya di sela-sela acara sosper sesi kedua.
“Saya klarifikasi ya, kalau pemberian santunan itu, kegiatan komunitas Sebar. Bukan kapasitas saya sebagai anggota dewan. Kegiatannya kita buat juga bukan di jadwal sosper, melainkan sebelum jadwal sesi kedua,” terang Roma.
“Kegiatan komunitas Sebar, sumber dananya digalang oleh saya dan Pak Yuslin Siregar beserta anggota lainnya, beberapa pengusaha Kota Medan turut berperan. Sebelumnya Sebar juga telah berkontribusi dalam kegiatan sunnat laser gratis,” jelas Roma Uli lagi.
Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKB ini menegas kan sekaligus menjadi klarifikasi dan bantahan terhadap tudingan “menyulap” sosper jadi ajang pemberian sedekah.
Salah seorang awak media yang tidak ingin namanya dituliskan mengaku hadir meliput kegiatan anggota DPRD Medan dari dapil 2 ini dan mengatakan, selama pemberian bantuan dari komunitas Sebar, Roma Uli memakai rompi komunitas yang menandai perannya sebagai ketua komunitas sebar dan bukan sebagai anggota dewan.
(RS).