BLOKBERITA.COM – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, menyambut baik kegiatan parlement tour yang diikuti mahasiswa Universitas Battuta di Gedung DPRD Kota Medan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan, Selasa (27/1/26), dan dihadiri Anggota DPRD Kota Medan Agus Setiawan serta Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Medan, Andreas Simanjuntak.
Dalam sambutannya, Wong Chun Sen menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa Universitas Battuta yang berkunjung langsung ke DPRD Kota Medan. Ia menilai kehadiran para mahasiswa menunjukkan keseriusan dan komitmen generasi muda dalam memahami sistem demokrasi serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, parlemen merupakan jantung demokrasi karena menjadi tempat ditampungnya aspirasi rakyat, disuarakan, dan diperjuangkan melalui mekanisme yang telah diatur. Di lembaga legislatif pula, kata Wong, kebijakan publik dirumuskan melalui proses diskusi, perdebatan yang konstruktif, hingga pengambilan keputusan terbaik demi kepentingan masyarakat.
Melalui kegiatan parlement tour ini, Wong menjelaskan mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai proses pembentukan peraturan daerah (Perda), mulai dari tahap pengusulan hingga penetapan. Selain itu, mahasiswa juga dapat memahami bagaimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan dibahas, diawasi, dan dipertanggungjawabkan oleh DPRD bersama pihak eksekutif.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mekanisme checks and balances antara legislatif dan eksekutif, di mana DPRD berperan mengawasi dan menyeimbangkan kebijakan yang dijalankan oleh wali kota dan jajaran pemerintah daerah. Pemahaman tersebut dinilai penting agar mahasiswa memiliki kesadaran politik yang konstruktif.
Wong menegaskan bahwa politik bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau dipandang negatif. Politik, menurutnya, adalah seni mengelola kepentingan publik demi kesejahteraan bersama. Melalui pemahaman yang baik, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara politisi yang berintegritas dengan politikus yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang positif antara mahasiswa dan lembaga legislatif. Mahasiswa disebut sebagai agen perubahan, sementara DPRD merupakan lembaga yang menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi kebijakan nyata. Jembatan komunikasi ini dinilai sangat penting untuk masa depan pembangunan daerah.
Wong juga berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memahami kompleksitas permasalahan yang dihadapi Kota Medan, belajar mendengar berbagai perspektif sebelum mengambil keputusan, serta mengasah kemampuan berargumentasi secara logis, kritis, dan santun. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan dan menumbuhkan rasa cinta serta tanggung jawab terhadap Kota Medan dan Indonesia.
Sementara itu, pimpinan rombongan Universitas Battuta, Adytia, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan materi yang diberikan oleh pimpinan DPRD Kota Medan. Ia menilai kegiatan parlement tour sangat berharga bagi mahasiswa untuk melatih cara berpikir kritis dan menyampaikan argumentasi. Adytia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, seraya menyampaikan harapan agar suatu saat mahasiswa Universitas Battuta dapat berperan langsung dalam lembaga legislatif seperti para anggota dewan saat ini.(RS)












