BLOKBERITA.COM – Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berupaya mewujudkan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program budidaya ikan lele. Pada Kamis (05/02/2026), Lapas Labuhan Ruku telah menebar 10.000 ekor benih ikan lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai bagian dari pelatihan kemandirian dan penguatan ketahanan pangan.
Dalam kegiatan itu melibatkan langsung WBP, Kepala Lapas Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, pejabat struktural, serta Staf Bimbingan Kerja (Bimker). Keterlibatan aktif berbagai pihak tersebut menjadi wujud sinergi dalam mendukung pembinaan kemandirian bagi WBP selama menjalani masa pidana.
Program budidaya lele merupakan salah satu bentuk pelatihan yang bertujuan agar WBP memiliki keterampilan produktif. Melalui kegiatan, WBP dibekali pengetahuan dan praktik langsung mengenai tata cara pembibitan, perawatan, hingga pemanenan ikan lele secara berkelanjutan.
Hamdi Hasibuan menjelaskan bahwa budidaya ikan lele tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketersediaan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga memberikan bekal keterampilan kepada WBP.
” Kami ingin warga binaan memahami proses budidaya secara utuh, sehingga ke depan dapat menjadi bekal keterampilan bahkan peluang usaha setelah bebas,” ujarnya.
Menurutnya, program ketahanan pangan itu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan, khususnya pada bidang pembinaan kemandirian WBP, agar mampu mandiri dan berdaya saing saat kembali ke tengah masyarakat. (RH)












