BLOKBERITA.COM – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan dengan anggaran mencapai Rp497 miliar dari APBD Kota Medan melalui skema multiyears kembali menuai sorotan tajam. Pembangunan yang diharapkan menjadi ikon kebanggaan baru kota justru dinilai belum mencerminkan besarnya dana publik yang telah dikucurkan.
Sejumlah persoalan fisik masih ditemukan di lapangan. Mulai dari plafon yang bocor, sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, hingga sejumlah fasilitas yang belum sepenuhnya rampung. Kondisi ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, yang mengaku melihat langsung berbagai kekurangan tersebut.
Hal itu disampaikannya saat Rapat Kerja Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcitaru), Senin (5/1/2026). Antonius mempertanyakan progres riil pembangunan yang menurutnya belum menunjukkan hasil memuaskan.
Ia mengungkapkan pengalamannya ketika berada di kawasan Lapangan Merdeka pada malam hari saat hujan turun. Menurutnya, air hujan masih masuk ke dalam bangunan akibat kebocoran plafon. Selain itu, persoalan drainase juga menjadi sorotan, terutama saat banjir besar yang melanda Medan pada 27 November 2025.
Antonius menilai permasalahan tersebut sebagai bukti bahwa pembangunan belum selesai secara menyeluruh. Ia juga mengaitkan persoalan Lapangan Merdeka dengan masalah banjir yang hingga kini masih menghantui sejumlah kawasan di Kota Medan.
Ia menyinggung belum tuntasnya pembayaran pembebasan lahan warga yang terdampak proyek pengendalian banjir. Menurutnya, pemerintah kota perlu memberikan kejelasan terkait nasib warga, termasuk kompensasi atas kerusakan rumah akibat banjir.
Sebagai contoh, Antonius menyebut kawasan tempat tinggalnya di Sei Agul yang sempat terendam banjir hingga setinggi 1,5 meter. Ia menilai masyarakat menjadi korban, sementara solusi konkret dari pemerintah belum terlihat.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Perkimcitaru Kota Medan, Jhon Ester Lase, menyampaikan bahwa pembangunan Lapangan Merdeka pada prinsipnya telah selesai dan saat ini memasuki masa pemeliharaan. Ia menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi dipicu oleh banjir pada November 2025, yang menyebabkan air masuk dari area depan dan mematikan aliran listrik sehingga pompa tidak berfungsi.
Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan berarti dan persoalan tersebut telah ditangani. Ke depan, pihaknya hanya berencana menambah unit pompa untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Namun penjelasan itu belum memuaskan Antonius. Ia menegaskan masih banyak pekerjaan yang belum selesai, mulai dari plafon yang bocor, area belakang panggung yang belum tuntas, hingga fasilitas seperti eskalator, kamar mandi, dan tenant pedagang yang belum siap digunakan.
Proyek revitalisasi bernilai ratusan miliar rupiah ini pun kembali dipertanyakan DPRD Medan dan publik. Muncul pertanyaan, apakah pembangunan tersebut benar-benar selesai secara nyata di lapangan, atau sekadar dinyatakan rampung di atas kertas.(RS)












