BLOKBERITA.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah memaparkan capaian bidang operasional sepanjang tahun 2025 dalam rilis akhir tahun sebagai langkah reflektif dan bentuk akuntabilitas kinerja Polri kepada masyarakat.
Paparan itu tidak sekadar menyajikan data dan angka, tetapi menggambarkan kehadiran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang presisi di seluruh penjuru negeri.
Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Fadil Imran menyampaikan bahwa sepanjang 2025, Polri telah melaksanakan 5 operasi terpusat dan 265 operasi kewilayahan. Operasi tersebut tidak hanya berfokus pada agenda nasional berskala besar seperti Operasi Ketupat dan Operasi Lilin, tetapi juga memperkuat kemandirian wilayah melalui ratusan operasi di tingkat polda untuk menjawab tantangan spesifik di masing-masing daerah.
” Rilis akhir tahun ini adalah bentuk pertanggungjawaban Polri kepada masyarakat. Ini refleksi kinerja kami sepanjang 2025 dalam mengoptimalkan pemeliharaan kamtibmas, perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum yang presisi,” ujar Komjen Fadil Imran seperti dikutip pada Rabu (31/12/2025).
Dia menegaskan bahwa keamanan nasional tidak dapat dibangun oleh Polri sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, Polri menjalin kerja sama dengan 5 kementerian, 4 lembaga, dan 2 unsur non-lembaga guna memastikan sistem keamanan nasional yang komprehensif dan inklusif.

Dibatasi
Sementara terpisah, kegiatan rilis di Mapolda Sumut tidak seperti biasa. Pasalnya, peliputan untuk press realease akhir tahun kali ini hanya bagi 10 Media Massa saja karena ‘dibatasi’ oleh Kapolda Irjen Whisnu Februanto melalui juru bicaranya Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan pada Selasa (30/12/2025).
” Pimpinan meminta hanya 10 wartawan saja yang dibenarkan untuk mengambil liputan dan itu pun yang diutamakan media televisi biar nampak ‘muka’ Kapolda. Tapi saya mengambil kebijakan dengan menambah 5 media lagi, jadi seluruhnya 15 media/wartawan saja yang dibolehkan meliput,” kata Kombes Ferry pada wartawan di ruang kerja usai kegiatan rilis akhir tahun, Selasa petang (30/12/2025).
Menurut dia, pembatasan peliputan itu bukan karena ada faktor ‘x’ atau pilih kasih, akan tetapi mengingat situasi juga dalam suasana bencana dan lokasi yang tersedia tidak memenuhi bila 192 wartawan yang terdata di Humas tersebut hadir.
” Sudah sering Kapolda dalam melaksanakan press rilis selalu dikaitkan sekarang masih dalam kondisi bencana sehingga Kapolda merasa ‘tersinggung’ makanya diambil lah kebijakan agar acara refleksi akhir tahun dibatasi untuk wartawan yang meliput,” ungkapnya.
” Dan apakah sama wartawan yang sudah UKW dengan yang belum UKW malah ada lagi wartawan yang sama sekali tidak mau UKW. Apakah mereka mau disamakan?,” tambahnya.
Disamping itu, katanya, untuk wartawan yang lainnya, pihaknya telah menyediakan tempat di Balai Wartawan bahkan juga disediakan akamodasi dan pengganti transport. ” Jadi bagi kawan kawan wartawan yang lain bukan tak dapat rilis, tapi kita sediakan tempatnya di Balai Wartawan dan silahkan menunggu di sana karena juga kita berikan nasi dan transport, tooh sama juga dengan wartawan yang langsung meliput bersama Kapolda juga dapat nasi dan transport,” jelasnya.
Lebih jauh dia mengatakan, kegiatan yang dipimpin oleh Kapolda itu yang dijadwalkan pagi baru dimulai pada pukul 14.00 WIB. ” Coba bayangkan berapa lama para wartawan yang telah dipilih untuk meliput bersama Kapolda telah menunggu dari pagi. Padahal acara baru bisa dimulai jam 2 siang hingga selesai sore,” imbuhnya.
Perwira dengan pangkat melati tiga itu juga menyebutkan bahwa selaku Kabid Humas bukan bisa membuat keputusan mutlak. Sebab, masih ada pimpinan yang lebih tinggi darinya.
” Cobalah bayangkan bagaimana posisi saya ini, serba salah kan, karena di satu sisi saya selaku rekan ‘wartawan’ tapi di sisi lain saya juga seorang anggota yang memiliki pimpinan. Nah… bagaimana saya mau bertindak, apakah harus melanggar pimpinan???,” tanyanya.
Kecewa
Dibagian lain, akibat adanya pembatasan kegiatan rilis akhir tahun tersebut, sejumlah wartawan yang berunit di Mapoldasu, mengaku kecewa. ” Ngeri kali Kapolda sekarang ini rilis aja pun dibatasi, padahal momennya hanya setahun sekalinya, dengan alasan ruangan sempit dan masih dalam kondisi bencana,” ucap beberapa wartawan Unit Poldasu.
” Saya langsung diusir pas datang ke tempat kegiatan rilis di belakang. Provos dan Kasubbid Penmas AKBP Siti langsung menghalau saya dengan mengatakan tunggu saja di balai wartawan semua sudah disediakan di sana,” halaunya. (JJ)












