Walau Robah Warna Rambut, Tersangka Tak Berkutik Saat Dibekuk

tersangka yang sempat mengelabui petugas akhirnya dapat dibekuk. (foto : dok)

BLOKBERITA.COM – Tersangka pembakaran sepeda motor polisi pada penggrebekan sarang narkoba, berinisial A, akhirnya dibekuk meski mengelabui petugas dengan mewarnai rambutnya.

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha membenarkan hal itu. Dia mengungkapkan bahwa yang bersangkutan mengubah warna rambutnya hanya hitungan jam usai kejadian.

” Saat ada pembakaran motor anggota kami, yang bersangkutan sekarang sudah diamankan Polres. Dalam hitungan dua jam dia sempat mengubah warna cat rambutnya,” ujar Kompol Rafli pada pers, Rabu (31/12/2025).

Tersangka A diketahui mengganti warna rambutnya dari pirang menjadi hitam. Upaya tersebut sempat membuat tim kepolisian terkecoh ketika hendak melakukan penangkapan.

” Saat kami akan melakukan penangkapan, sempat terkelabui. Yang diduga di dalam video itu ternyata sudah tidak identik, terutama dari segi rambut,” jelasnya.

Rafli menambahkan, penggerebekan lokasi barak narkoba tersebut diwarnai perlawanan dari warga sekitar. Petugas di lapangan menghadapi berbagai tantangan, termasuk aksi pelemparan batu dari massa yang tidak terima lokasi tersebut digerebek aparat kepolisian.

Sebelumnya, Polrestabes Medan telah menangkap empat pelaku terkait pembakaran sepeda motor polisi di Jalan Beringin, Kecamatan Percut Sei Tuan. Peristiwa itu terjadi saat personil Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan melakukan operasi penggerebekan pada Selasa (16/12/2025).

” Waktu penggerebekan, para pelaku melakukan penyerangan dengan melempari batu dan membakar sepeda motor petugas,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putra Wijayanto pada pers, Sabtu (20/12/2025).

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan tiga pria berinisial AH, BG, dan A serta seorang perempuan berinisial LS. Hasil tes urin keempatnya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Dia menjelaskan, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda. AH berperan sebagai pelaku utama pembakaran, sementara LS disuruh membeli botol berisi pertalite yang digunakan untuk membakar sepeda motor petugas.

Sedangkan BG dan A diketahui berperan memprovokasi warga untuk menyerang petugas, termasuk dengan membawa senjata tajam dan melempari polisi menggunakan batu.

Meski begitu, sampai sekarang pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya para pelaku lainnya serta jaringan narkoba yang beroperasi di lokasi tersebut. (JJ)

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *