BLOKBERITA.COM – Proses pemilihan Kepala Lingkungan (Kepling) X di Jalan Umar, Kelurahan Gelugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, menuai polemik. Sejumlah warga mempertanyakan hasil penetapan kepala lingkungan setelah calon yang disebut memperoleh dukungan terbanyak justru tidak ditetapkan sebagai Kepling.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, terdapat dua nama yang mengikuti proses pemilihan Kepling X, yakni FS dan AS.
Dalam proses penjaringan dukungan masyarakat, FS disebut memperoleh sekitar 120 dukungan warga, sedangkan AS memperoleh sekitar 60 dukungan. Jumlah kepala keluarga (KK) di Lingkungan X yang memiliki hak memberikan dukungan diperkirakan mencapai sekitar 170 KK.
Namun, hasil akhir yang beredar di masyarakat menunjukkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Kepala Lingkungan justru diberikan kepada AS . Sementara FS yang diklaim memperoleh dukungan mayoritas warga tidak ditetapkan sebagai Kepling.
Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari sejumlah warga. Mereka mempertanyakan dasar penilaian yang digunakan pemerintah dalam menetapkan Kepala Lingkungan, mengingat hasil dukungan masyarakat dinilai tidak sejalan dengan keputusan akhir.
“Warga tentu bertanya-tanya. Kalau memang dukungan masyarakat menjadi salah satu indikator, mengapa yang memperoleh dukungan terbanyak justru tidak diangkat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, Kepala Lingkungan merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan sehingga proses pengangkatannya harus berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari kepentingan pihak mana pun.
Warga berharap pemerintah membuka secara terbuka mekanisme seleksi, termasuk penilaian administrasi, kompetensi, maupun tahapan lain yang menjadi dasar penerbitan SK pengangkatan.
Dikonfirmasi mengenai polemik tersebut, Camat Medan Timur, Fernanda, SSTP, mengaku belum mengetahui secara rinci persoalan yang dimaksud. Ia mengatakan saat ini terdapat beberapa proses pemilihan Kepala Lingkungan yang sedang berlangsung di wilayah Kecamatan Medan Timur.
“Saya belum tahu, Bang. Karena di Kecamatan Medan Timur ada tiga yang sedang pemilihan kepling. Jadi kepling berapa, Bang?” ujar Fernanda saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (12/7/2026).
Di tengah polemik tersebut, beredar berbagai informasi dan spekulasi di masyarakat mengenai proses penetapan Kepala Lingkungan X. Salah satu informasi yang berkembang menyebut pengangkatan kepling yang baru diduga berkaitan dengan kepentingan pihak tertentu.
Sejumlah warga meminta Pemerintah Kota Medan melakukan evaluasi terhadap proses pengangkatan Kepala Lingkungan agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Mereka berharap setiap tahapan seleksi dilakukan secara terbuka sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Warga juga berharap pemerintah segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar penetapan Kepala Lingkungan X, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan di tingkat lingkungan.(RS)












