BLOKBERITA.COM – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., mengajak seluruh tenaga pendidik untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan di Sekolah Penggerak UPT SD Negeri 060870, Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Minggu (12/7/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti para guru dan peserta didik tersebut, Wong Chun Sen menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Menurutnya, negara berkewajiban memberikan pendidikan yang layak kepada seluruh rakyat agar mampu menjadi manusia yang berkarakter, beretika, bermoral, dan memiliki pengetahuan yang memadai.
“Melalui pendidikan, anak-anak dibentuk menjadi manusia yang memiliki etika, moral, serta pengetahuan. Dengan bekal itu mereka mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, menghormati dan berbakti kepada orang tua, serta memiliki rasa cinta kepada nusa dan bangsa,” ujarnya.
Ia mengatakan, pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Wong Chun Sen juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Menurutnya, rasa aman merupakan salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan proses pendidikan.
“Keamanan di lingkungan sekolah sangat penting. Ketika anak merasa aman, mereka akan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam belajar, lebih kreatif, dan mampu mencapai prestasi akademik yang lebih baik,” katanya.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak, mulai dari guru, kepala sekolah hingga orang tua, dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga setiap anak dapat berkembang secara optimal.
Selain itu, Wong Chun Sen menegaskan bahwa keadilan dalam dunia pendidikan harus diwujudkan melalui perlakuan yang sama kepada seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang ekonomi, sosial maupun keluarga. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan pendidikan secara profesional sesuai dengan kebutuhan setiap anak.
“Nilai sila kelima Pancasila harus diterapkan di sekolah. Semua anak didik memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Guru tidak boleh membeda-bedakan peserta didik, baik anak dari keluarga mampu maupun anak dari keluarga kurang mampu,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dikembangkan melalui bimbingan dan pendidikan yang baik. Oleh sebab itu, para pendidik diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pembimbing bagi peserta didik dalam membangun karakter, disiplin, dan semangat belajar.
“Mereka adalah anak-anak bangsa yang harus terus kita bina. Berikan ilmu pengetahuan, bimbing mereka, dan arahkan agar kelak menjadi orang yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.
Lebih lanjut, Wong Chun Sen menjelaskan bahwa konsep sekolah ramah anak harus benar-benar diwujudkan dalam lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menempatkan anak sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran, sehingga hak-hak anak dihormati, dilindungi, dan dipenuhi.
Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kota Medan terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bebas dari diskriminasi, perundungan, maupun kekerasan terhadap anak.
Melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan tersebut, Wong Chun Sen berharap nilai-nilai Pancasila dapat terus ditanamkan sejak usia dini sehingga generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung tinggi toleransi, menghormati sesama, serta memiliki rasa cinta tanah air.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan bangsa pada masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diterima anak-anak saat ini. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh.(RS)












