Medan  

Andreas Pandapotan Purba Ajak Warga Amalkan Pancasila dan Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

Andreas Pandapotan Purba Ajak Warga Amalkan Pancasila dan Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak, saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di tengah masyarakat, Sabtu (08/08/2026) siang hingga sore.

MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak, mengajak masyarakat tidak sekadar memahami Pancasila dan wawasan kebangsaan secara teoritis, tetapi juga menerapkannya melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan saling menghormati menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.

Pesan tersebut disampaikan Andreas saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di tengah masyarakat, Sabtu (8/8/2026) siang hingga sore. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Rela Gang Mesjid, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, serta Jalan Pelita 5, Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan.

Dalam kegiatan tersebut, Andreas menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Ia mengingatkan masyarakat agar perbedaan latar belakang, pilihan maupun pandangan tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

“Pancasila jangan hanya kita hafalkan, tetapi harus kita amalkan. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi dan saling menghormati harus benar-benar terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Andreas.

Menurutnya, tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini semakin kompleks. Perkembangan informasi yang begitu cepat juga dapat memunculkan berbagai isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.

Karena itu, Andreas meminta masyarakat memperkuat wawasan kebangsaan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Ia juga mengajak warga untuk mengedepankan dialog dan menjaga hubungan baik di tengah perbedaan.

“Kita boleh berbeda pilihan dan pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan rasa persaudaraan. Kita tetap satu sebagai masyarakat Indonesia dan harus menjaga persatuan,” katanya.

Selain menyampaikan materi mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sejumlah warga menyampaikan keluhan dan aspirasi, antara lain terkait penyaluran bantuan sosial, perbaikan jalan, persoalan persampahan, serta permohonan lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Andreas merespons berbagai aspirasi tersebut dengan melakukan koordinasi bersama pihak kecamatan dan kelurahan. Langkah itu dilakukan agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Andreas juga menegaskan bahwa pendidikan dan pengamalan Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan. Menurutnya, keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Ia berharap pembinaan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kita, setelah kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahwa mengamalkan Pancasila dimulai dari hal-hal sederhana. Menghormati tetangga, membantu sesama, menjaga lingkungan, bergotong royong dan tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang memprovokasi,” pungkas Andreas.

Kegiatan berlangsung hingga sore hari. Selain memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan, pertemuan tersebut juga menjadi wadah menyerap aspirasi warga terkait berbagai persoalan lingkungan. Turut hadir Kasi Kesos Kecamatan Medan Tembung Muhammad Ali, Kasi Pemerintah Kelurahan Sidorejo Haris Harahap, Kepling 14 Elida, Tokoh Agama B. Girsang, serta Kasi Pemerintah Kelurahan Sidorame Barat II Yunita Fijriana.(**)

Exit mobile version