Andreas Pandapotan Purba Ajak Warga Tanjung Mulia Hilir Kelola Sampah Demi Cegah Banjir

BLOKBERITA.COM – Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga dinilai menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meminimalisir risiko bencana banjir. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Gang Padi, Lingkungan 18, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (24/1/26) siang.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu mendapat sambutan antusias dari warga setempat. Hadir dalam sosialisasi tersebut tokoh masyarakat Pdt. Sinambela, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Herianto Pasaribu, Kepala Lingkungan 18 Herbert Silaban, Kasi Sarana dan Prasarana Kecamatan Medan Deli Yanmar Manullang, serta perwakilan Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Nina.

Dalam pemaparannya, Andreas menekankan pentingnya pemilahan sampah rumah tangga sebagai langkah awal pengelolaan persampahan yang baik. Ia menjelaskan bahwa sampah terbagi menjadi dua jenis, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun mudah terurai dan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan logam sulit terurai namun dapat didaur ulang.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah tidak hanya mengurangi penumpukan limbah, tetapi juga mencegah bau tidak sedap, menjaga kesehatan lingkungan, serta memperlancar sistem pengolahan sampah. Andreas juga mengaitkan persoalan sampah dengan bencana banjir yang kerap melanda kawasan Medan Deli.

Ia mengungkapkan, saat terjadi banjir beberapa waktu lalu, terlihat jelas tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa perilaku membuang sampah sembarangan berdampak langsung pada kerugian masyarakat sendiri. Untuk itu, Andreas mengajak warga membangun kesadaran kolektif dengan membuang sampah pada tempatnya dan mulai mengelola sampah dari lingkungan rumah masing-masing.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah keluhan, terutama terkait minimnya fasilitas pendukung. Salah seorang warga, Rivaldi Simamora, mengungkapkan bahwa di lingkungan mereka belum tersedia tempat sampah yang memadai. Selain itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya petugas pengangkut sampah yang rutin melayani wilayah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Sarpras Kecamatan Medan Deli, Yanmar Manullang, mengakui bahwa penanganan sampah di wilayahnya belum optimal. Ia menjelaskan, saat ini pihak kecamatan masih memfokuskan pengangkutan sampah di beberapa titik prioritas, sehingga belum mampu menjangkau seluruh lingkungan secara maksimal. Namun, ia berjanji ke depan akan melakukan perbaikan, khususnya di Lingkungan 17 hingga 19.

Di akhir kegiatan, Andreas berharap terjalin kolaborasi yang lebih solid antara kecamatan, kelurahan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan agar persoalan persampahan di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir dapat segera dituntaskan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian suvenir kepada warga.(RS)

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *