Anggota DPRD Medan Imbau Perayaan Imlek Dilakukan Sederhana, Utamakan Empati Korban Banjir

BLOKBERITA.COM – Anggota DPRD Kota Medan, Dr Lily, MBA, MH, mengimbau masyarakat Tionghoa di Kota Medan agar merayakan Tahun Baru Imlek tahun ini dengan cara sederhana. Ia meminta agar warga menahan diri untuk tidak menggelar pesta kembang api secara berlebihan sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan daerah sekitarnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyampaikan, bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat. Ratusan warga dilaporkan meninggal dunia, ribuan rumah rusak berat, fasilitas umum lumpuh, serta ribuan warga terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

“Sampai saat ini dampak bencana itu masih sangat terasa. Walaupun di beberapa daerah sudah dilakukan perbaikan, namun masih banyak wilayah yang terisolir akibat rusaknya infrastruktur. Warga di sana masih sangat membutuhkan bantuan, terutama pangan, karena lahan dan ladang tempat mereka mencari nafkah rusak parah,” ujar Lily kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Anggota Komisi II DPRD Medan itu juga menyoroti kondisi psikologis para korban yang hingga kini masih diliputi trauma. Banyak dari mereka kehilangan anggota keluarga, harta benda, serta harus menjalani hidup di pengungsian dalam keterbatasan.

“Selain kebutuhan pangan, para korban juga sangat membutuhkan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma dan duka yang mereka alami. Kebutuhan lain seperti air bersih, pakaian layak, hingga perlengkapan pendidikan bagi anak-anak juga masih sangat mendesak,” katanya.

Lily mengajak masyarakat yang akan merayakan Tahun Baru Imlek untuk menunjukkan kepedulian sosial dengan cara yang nyata. Menurutnya, perayaan Imlek tetap dapat dilaksanakan dengan khidmat tanpa harus disertai pesta pora atau kembang api yang berlebihan.

Ia menilai, penggunaan kembang api di tengah kondisi banyak daerah yang masih berduka dapat menimbulkan kesan kurang empati, terlebih sejumlah wilayah seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Aceh, Sumatera Barat, serta beberapa kecamatan di Kota Medan masih terdampak bencana banjir.

“Janganlah dulu kita berpesta kembang api. Masih banyak saudara-saudara kita yang sedang bersedih. Alangkah baiknya dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dialihkan untuk membantu mereka, baik dalam bentuk sembako, air bersih, pakaian, maupun kebutuhan sekolah,” ungkap Lily.

Ia berharap semangat Imlek yang identik dengan kebersamaan dan kepedulian dapat diwujudkan melalui aksi nyata membantu sesama, sehingga perayaan tahun baru benar-benar membawa makna dan harapan bagi semua.(RS)

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *