Ragam  

INALUM Perkuat Komitmen Konservasi, dari Danau Toba hingga Pesisir Batu Bara

INALUM Perkuat Komitmen Konservasi, dari Danau Toba hingga Pesisir Batu Bara
Kawasan PT Inalum.(Foto:dok)

BLOKBERITA.COM – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus menjadi salah satu fokus utama PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Tidak hanya meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi aluminium, perusahaan juga memperluas berbagai program konservasi yang mencakup rehabilitasi hutan, perlindungan kawasan pesisir, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga penguatan fungsi Daerah Tangkapan Air Danau Toba.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi bisnis perusahaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja industri, tetapi juga pada upaya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“Keberlanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas perusahaan melalui berbagai program konservasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” menjadi semangat yang tercermin dalam pelaksanaan berbagai program lingkungan INALUM.

Salah satu capaian penting perusahaan terlihat pada sektor energi. Sepanjang 2025, sebanyak 95,51 persen kebutuhan energi produksi aluminium dipenuhi melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), meningkat dibandingkan 94,29 persen pada tahun sebelumnya. Penggunaan energi rendah emisi tersebut diperkuat dengan berbagai program efisiensi energi untuk menekan jejak karbon perusahaan.

Di sisi lain, perhatian terhadap kelestarian kawasan Danau Toba terus diperluas. Bersama PT PLN Indonesia Power (PJT I), INALUM menjalankan program konservasi Daerah Tangkapan Air melalui pembangunan 10.000 biopori, 500 sumur resapan, dan 15 sumur injeksi yang berfungsi meningkatkan daya serap air tanah.

Program tersebut diperkuat dengan pembentukan tiga kebun bibit rakyat berkapasitas sekitar 150.000 bibit per tahun serta fasilitas pembibitan modern yang mampu menghasilkan hingga 500.000 bibit setiap tahun. Selain mendukung penghijauan, perusahaan juga mengembangkan 15 sekolah peduli lingkungan untuk meningkatkan kesadaran konservasi di kalangan pelajar.

Upaya rehabilitasi kawasan dilakukan melalui penanaman pohon di lebih dari 1.000 hektare lahan Daerah Tangkapan Air Danau Toba. Secara keseluruhan, sejak 2018, luas area reboisasi yang telah dikerjakan perusahaan mencapai lebih dari 2.300 hektare, sementara total penanaman pohon selama periode 2018–2025 mencapai sekitar 1.934 hektare.

Sebagai pelengkap program konservasi, INALUM membangun Ruang Terbuka Hijau Kehati Paritohan seluas empat hektare. Kawasan tersebut ditanami berbagai spesies endemik, seperti kemenyan, suren, dan andaliman, serta dilengkapi fasilitas pendukung berupa biopori, sumur resapan, kolam ikan, dan penangkaran rusa. Kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Di wilayah pesisir Kabupaten Batu Bara, perusahaan memfokuskan perhatian pada rehabilitasi ekosistem mangrove. Sepanjang 2025, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam melalui Program Pohon Asuh bersama kelompok tani, organisasi nelayan, dan masyarakat setempat.

Keberadaan mangrove dinilai memiliki fungsi penting sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, habitat berbagai biota laut, serta penopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya laut.

Program konservasi pesisir juga mencakup perlindungan habitat burung air migran yang setiap tahun singgah di Batu Bara. Berbagai kegiatan edukasi, pengamatan burung (bird watching atau pengamatan burung), serta sosialisasi regulasi perlindungan satwa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Sebelum menjalankan berbagai program tersebut, INALUM terlebih dahulu melakukan pemetaan flora dan fauna di sekitar wilayah operasional perusahaan. Identifikasi dilakukan terhadap spesies yang masuk dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam, maupun daftar satwa dan tumbuhan yang dilindungi secara nasional. Hasil pemetaan menjadi dasar penyusunan langkah konservasi yang lebih tepat sasaran.

Seluruh program lingkungan dijalankan sesuai ketentuan pemerintah, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ketentuan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, INALUM menegaskan bahwa pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.(bb/rk)

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *