BLOKBERITA.COM – Kepala Dinas (Kadis) Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan, Jhon Ester Lase menganggap proyek revitalisasi Lapangan Merdeka andalan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ‘amburadul’.
Bahkan, kata Jhon Lase, lintasan untuk masyarakat berolahraga jogging saja sudah tampak tak beres sejak dari awal pembangunan dilakukan. Hal itu menandakan, bahwa pekerjaan Bobby Nasution sewaktu menjadi Wali Kota Medan sudah nampak tak beres.
Dia memperkirakan bahwa kontraktor yang mengerjakan pekerjaan itu sekadar asal-asalan dalam pengerjaannya, sehingga mengarah terhadap dugaan tindak pidana korupsi.
” Apalagi untuk lintasan joging trek saat ini sudah bermasalah sejak dari awal pemasangan,” ungkapnya pada awak media, kemarin.
Selain itu, tambahnya, untuk pengerjaan revitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan tersebut memang sudah bermasalah sejak tahap II dilaksanakan. Tidak menutup kemungkinan, menurutnya, kontraktor yang hanya ingin mendapatkan keuntungan lebih, karena pekerjaan dilakukan secara membabi-buta.
” Dalam pekerjaan perbaikan ini memang merupakan bagian dari pemeliharaan pekerjaan tahap II. Dan seharusnya menjadi tanggung jawab kontraktor,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui bahwa trek lari Lapangan Merdeka Medan kembali ditutup lantaran rusak dan terkelupas. Dimana hampir seluruh ambal trek lari terkelupas di beberapa titik yang bertumpuk di tepi jalur.
Dikatakan, untuk biaya revitalisasi Lapangan Merdeka Medan telah menelan anggaran sebesar Rp 497 miliar dengan sistem tahun jamak (multiyears) sejak 2022 hingga 2024.
Pada 2025, Pemko Medan kembali menganggarkan sebesar Rp78,5 miliar untuk sarana dan prasarana pendukung lapangan. Namun, pengerjaan proyek terlambat hingga 2026 karena beberapa kendala di antaranya banjir yang terjadi pada November 2025 ditambah lagi beberapa barang yang harus diimpor dari luar negeri. (JJ)












