BLOKBERITA.COM — Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., menyambut kehadiran Politeknik Kesehatan Regina Maris di Kota Medan. Kehadiran institusi pendidikan tinggi tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan profesional, terutama pada bidang yang memerlukan keahlian dan kompetensi khusus.
Dukungan itu disampaikan Wong Chun Sen saat menerima kunjungan silaturahmi Direktur Politeknik Kesehatan Regina Maris, Prof. Dr. Rostime Hermayerni Simanullang, S.Kep., Ns., M.Kes., bersama jajaran Yayasan Regina Maris di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).
Rombongan turut dihadiri pemilik Yayasan Regina Maris, DR. dr. Adrian Khu, Foni Amina, Devi Windari, M.Hum., serta Sekretaris Yayasan Isabella Tawarina Sembiring.
Dalam pertemuan tersebut, pihak yayasan memperkenalkan keberadaan Politeknik Kesehatan Regina Maris sekaligus menyampaikan harapan agar DPRD Kota Medan memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tenaga kesehatan di daerah itu.
Direktur Politeknik Kesehatan Regina Maris, Rostime Hermayerni Simanullang, mengatakan institusinya telah mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan untuk tahun akademik 2026/2027. Perguruan tinggi tersebut menawarkan empat program studi jenjang Diploma IV (D-IV), yakni Teknologi Radiologi Pencitraan, Teknologi Laboratorium Medis, Keperawatan Anestesiologi, dan Manajemen Informasi Kesehatan.
Menurut Rostime, proses rekrutmen calon mahasiswa untuk tahun akademik tersebut telah selesai dilaksanakan. Ke depan, pihaknya berharap lulusan politeknik dapat memperoleh kesempatan kerja sesuai bidang keahlian, baik di lingkungan Rumah Sakit Regina Maris maupun di rumah sakit lain di Indonesia.
“Kami berharap lulusan berprestasi nantinya memiliki kesempatan untuk bekerja di Rumah Sakit Regina Maris maupun rumah sakit besar lainnya di Indonesia. Kami juga ingin membuka peluang bagi mereka untuk berkarier di luar negeri,” ujar Rostime.
Ia menjelaskan, persiapan penyelenggaraan pendidikan telah dilakukan dari sisi akademik maupun sarana dan prasarana. Kampus tersebut memiliki gedung empat lantai yang terdiri atas Gedung A dan Gedung B, serta dilengkapi peralatan kesehatan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pada tahun pertama, Politeknik Kesehatan Regina Maris menargetkan kapasitas penerimaan sebanyak 120 mahasiswa. Selain itu, yayasan menyediakan program beasiswa bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu dengan menggunakan kriteria desil 1 hingga 3.
Pemilik Yayasan Regina Maris, DR. dr. Adrian Khu, menambahkan bahwa pembukaan empat program studi tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pelayanan medis.
Ia menjelaskan, program studi yang ditawarkan mencakup bidang radiologi, laboratorium medis, keperawatan anestesiologi, serta manajemen informasi kesehatan. Seluruhnya diselenggarakan pada jenjang D-IV atau Sarjana Terapan.
Adrian berharap kehadiran politeknik tersebut dapat memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan di bidang kesehatan sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan rumah sakit.
“Kami berharap program studi yang tersedia dapat mendukung kebutuhan tenaga kesehatan di Kota Medan, khususnya tenaga dengan keahlian tertentu. Ke depan, kami juga berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di luar negeri,” katanya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Wong Chun Sen menyatakan bahwa keberadaan lembaga pendidikan kesehatan dapat menjadi salah satu upaya mendukung ketersediaan sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Menurut Wong, kebutuhan tenaga kesehatan dengan keahlian khusus, terutama di bidang radiologi dan anestesi, perlu menjadi perhatian seiring dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit yang terus berkembang.
“Kehadiran Politeknik Kesehatan Regina Maris tentu kita sambut baik. Tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus, terutama di bidang radiologi dan anestesi, masih sangat diperlukan,” ujar Wong.
Ia berharap penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja.
Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta menjawab kebutuhan tenaga profesional di rumah sakit.
“Kita berharap para lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan pertukaran cendera mata antara Ketua DPRD Kota Medan dan pihak Yayasan Politeknik Kesehatan Regina Maris. Kegiatan itu menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus penyampaian komitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.(RS)












