BLOKBERITA.COM – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan kesehatan anak di ibu kota Sumatera Utara. Pada Sabtu (14/2/2026), ia turun langsung mengunjungi sejumlah balita penderita stunting serta seorang anak dengan hidrosefalus untuk menyerahkan bantuan berupa susu, vitamin, dan kebutuhan pokok.
Kunjungan diawali di kediaman Jehan Arisa Pakpahan (5) di Jalan Mustapa Gang 7, Lingkungan XI dan XII, Kelurahan PBD I, Kecamatan Medan Timur. Kondisi Jehan masih memprihatinkan dan belum menunjukkan perkembangan kesehatan yang signifikan. Ibundanya, Siska Melfi Putri, menyampaikan bahwa putrinya masih sering menjalani perawatan intensif dan harus keluar masuk rumah sakit.
Wong menyampaikan dukungan moral kepada keluarga agar tetap semangat dalam mendampingi proses pengobatan. Ia juga menyerahkan bantuan susu dan vitamin guna membantu pemenuhan gizi harian Jehan.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke rumah Adriel Delano Siagian (5) di Jalan Gurila, Kecamatan Medan Perjuangan. Berbeda dengan Jehan, kondisi Adriel dilaporkan berangsur membaik. Dalam kesempatan tersebut, Wong menyerahkan bantuan berupa susu, vitamin, dan beras kepada orang tua Adriel sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke kediaman Asyifa Amelia (13) di Jalan Pimpinan Gang Langgar, Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan. Asyifa menderita hidrosefalus, yakni penumpukan cairan di kepala yang memengaruhi fungsi otak. Kondisinya masih terbaring dan membutuhkan bantuan orang tua untuk beraktivitas. Pada kesempatan itu, Wong menyerahkan bantuan susu, vitamin, serta popok sekali pakai untuk membantu meringankan beban keluarga.
Kunjungan terakhir dilakukan di rumah Afia Indira Putri (5) di Jalan Pertiwi Gang Kesuma No. 10, Medan Tembung. Nenek Afia yang sehari-hari merawatnya mengungkapkan adanya perkembangan positif pada kondisi kesehatan cucunya dalam beberapa waktu terakhir.
Wong menegaskan bahwa perhatian terhadap kasus stunting dan penyakit kronis pada anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kota Medan.(RS)












