Ketua DPRD Medan Soroti Penangkapan Oknum Kepling Terkait Narkoba dan Buruknya Pengawasan Wilayah

BLOKBERITA.COM – Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, menyoroti penangkapan seorang oknum kepala lingkungan (kepling) di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, yang diduga terlibat dalam kasus narkoba. Ia menilai kejadian tersebut menjadi peringatan keras bagi aparat pemerintahan setempat yang dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan wilayah.

Menurut Wong, keterlibatan aparatur lingkungan dalam kasus narkotika merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Pasalnya, kepling memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Peristiwa ini tentu mencoreng citra pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru diduga ikut terlibat dalam peredaran narkoba,” ujar Wong, Senin (9/3/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi penangkapan oknum kepling tersebut berada tidak jauh dari kediamannya. Hal ini, menurutnya, semakin mempertegas lemahnya pengawasan dari pihak kelurahan dan kecamatan terhadap kondisi di wilayah masing-masing.

Wong mendesak agar oknum yang terlibat segera diberhentikan dari jabatannya. Selain itu, ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aparatur di lingkungan Kecamatan Medan Barat, termasuk dengan pelaksanaan tes urine secara berkala guna mencegah keterlibatan aparat dalam penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai, sulitnya memberantas peredaran narkotika tidak terlepas dari adanya dugaan keterlibatan oknum aparatur di tingkat bawah. Kondisi ini dinilai memperumit upaya penegakan hukum dan pencegahan di tengah masyarakat.

“Jika aparat yang seharusnya mengawasi justru terindikasi terlibat, maka upaya pemberantasan narkoba akan semakin sulit dilakukan secara maksimal,” katanya.

Selain persoalan narkoba, Wong juga menyoroti masalah kebersihan di Kelurahan Pulo Brayan Kota yang dinilai belum tertangani dengan baik. Ia mengeluhkan kondisi lingkungan yang kerap menimbulkan bau tidak sedap akibat keterlambatan pengangkutan sampah.

Menurutnya, pengangkutan sampah yang dilakukan setelah pukul 09.00 WIB membuat warga harus menanggung dampak bau sejak pagi hari. Ia juga menyinggung kondisi Lapangan Pertiwi yang terlihat kotor dan kurang terawat.

Wong menilai berbagai persoalan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian aparat terhadap kebutuhan masyarakat. Ia pun meminta Wali Kota Medan untuk mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan jajaran kecamatan dan kelurahan agar meningkatkan pengawasan dan pelayanan.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba serta penanganan kejahatan jalanan harus menjadi prioritas bersama demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.(RS)

Exit mobile version