Religi  

Kolumbarium Taman Abadi Maitreya Diresmikan, Jadi Wujud Penghormatan kepada Leluhur dan Simbol Kerukunan Masyarakat

BLOKBERITA.COM – Kolumbarium Taman Abadi Maitreya di Jalan Jamin Ginting Km 26, Desa Bintang Meriah, Kabupaten Deli Serdang, resmi diresmikan, Sabtu (5/9/2026).

Peresmian tersebut dihadiri Ketua Permabudhi Sumatera Utara yang juga Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Keberadaan Kolumbarium Taman Abadi Maitreya dinilai bukan sekadar pembangunan sebuah tempat penyimpanan abu jenazah, tetapi memiliki makna spiritual dan sosial yang erat dengan penghormatan terhadap orang tua serta leluhur yang telah meninggal dunia.

Wong Chun Sen mengapresiasi pembangunan Kolumbarium Taman Abadi Maitreya tersebut. Menurutnya, keberadaan tempat tersebut dapat menjadi sarana bagi keluarga untuk tetap mengenang dan menghormati orang tua maupun leluhur yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia.

Ia menilai nilai penghormatan terhadap orang tua dan leluhur merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, keberadaan kolumbarium diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi umat Buddha, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat di sekitar.

“Ini bukan sekadar bangunan. Lebih dari itu, tempat ini menjadi salah satu wujud bakti kita kepada orang tua dan leluhur yang telah mendahului kita,” ujar Wong dalam kesempatan tersebut.

Menurutnya, penghormatan kepada leluhur tidak berhenti ketika seseorang meninggal dunia. Kenangan, kasih sayang dan nilai-nilai yang diwariskan orang tua dan leluhur tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi penerus.

Wong juga berharap Kolumbarium Taman Abadi Maitreya dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik sehingga memberikan rasa nyaman bagi keluarga yang datang untuk berziarah maupun mengenang anggota keluarga mereka.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Buddha menyampaikan bahwa kehadiran tempat tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang menyimpan kenangan dan kasih sayang bagi keluarga yang telah kehilangan orang-orang terkasih.

“Tempat ini kita jadikan sebagai tempat tersimpannya kenangan dan kasih sayang bagi mereka yang telah mendahului kita. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia berharap setiap orang yang datang ke Kolumbarium Taman Abadi Maitreya dapat mengenang kembali jasa dan kebaikan para leluhur. Dengan demikian, tempat tersebut tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan emosional antargenerasi.

Peresmian Kolumbarium Taman Abadi Maitreya juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD berharap keberadaan bangunan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut berada di lingkungan masyarakat yang mayoritas merupakan masyarakat suku Karo. Karena itu, keberadaan Kolumbarium Taman Abadi Maitreya diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Bupati juga berharap keberadaan fasilitas tersebut tidak menimbulkan jarak di tengah masyarakat, melainkan menjadi salah satu simbol persatuan dan kerukunan. Kehadiran berbagai kelompok masyarakat diharapkan dapat terus berjalan dalam suasana saling menghormati dan menghargai.

“Semoga bangunan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan menjadi simbol bahwa masyarakat dapat bersatu dalam kebersamaan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan peresmian kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan pita sebagai tanda resmi dibukanya Kolumbarium Taman Abadi Maitreya untuk digunakan.

Wong Chun Sen kembali menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas tersebut. Ia berharap kolumbarium dapat dikelola secara baik, menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Menurut Wong, nilai utama dari keberadaan tempat tersebut adalah bagaimana generasi yang masih hidup tetap menghargai jasa dan pengorbanan orang tua serta leluhur. Nilai tersebut dinilai penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda agar penghormatan terhadap keluarga dan leluhur tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Semoga tempat ini dapat menjadi tempat untuk mengenang kasih sayang, jasa dan pengorbanan para leluhur. Yang terpenting, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama juga terus dijaga,” pungkasnya.(RS)

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *