BLOKBERITA.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum menegaskan bahwa esensi dari olahraga bukan semata-mata tentang kompetisi dan kemenangan, melainkan bagaimana mampu mempererat rasa persaudaraan, membangun komunikasi yang baik antar bidang, serta memperkuat soliditas di jajaran Kejaksaan.
Hal itu disampaikan Harli Siregar saat memberikan sambutan pada upacara penutupan, Pekan Olahraga (POR) Kejati Sumut dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia, Rabu (27/8/25). Penutupan POR berlangsung meriah di Taman Olahraga Cadika, Kota Medan, dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai satuan kerja kejaksaan.
Acara penutupan turut dihadiri Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumut, Ny. Tiurmaida Harli Siregar, Wakajati Sumut Sofiyan, SH., MH., para asisten, pejabat utama Kejati Sumut, serta perwakilan Kejaksaan Negeri terdekat, antara lain Kejari Medan, Deli Serdang, Belawan, Serdang Bedagai, Binjai, hingga Langkat.
Kemeriahan puncak acara ditandai dengan pertandingan persahabatan sepakbola antara tim Kajati Sumut bersama para pejabat utama melawan tim insan pers atau media. Pertandingan berlangsung penuh keakraban dan berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk tim Kejati Sumut. Selain itu, sejumlah fun games antarbidang di Kejaksaan menambah suasana kekeluargaan yang semakin hangat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Muhammad Husairi, menyampaikan bahwa Kajati merasa bersyukur atas terlaksananya seluruh rangkaian POR. Ia juga menyampaikan rasa bangga pimpinan atas partisipasi aktif seluruh jajaran.
“Bapak Kajati mengingatkan agar kita semua tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kekompakan, dan terus menanamkan kebersamaan dalam organisasi. Nilai-nilai ini jauh lebih penting dari sekadar menang atau kalah dalam sebuah pertandingan,” ujar Husairi kepada wartawan.
Husairi menambahkan, kegiatan penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian olahraga yang sudah berlangsung selama sepekan penuh. Ia menyebutkan bahwa POR tahun ini berlangsung meriah meski tetap sederhana, namun yang paling menonjol adalah semangat kebersamaan.
Selain pertandingan olahraga, penutupan juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian bantuan sembako. Bantuan itu diserahkan kepada petugas kebersihan Taman Cadika, petugas keamanan, hingga perwakilan awak media yang hadir.
“Kepedulian sosial ini merupakan wujud nyata dari pesan pimpinan bahwa kebersamaan harus berjalan seiring dengan kepedulian, maka soliditas akan tumbuh lebih kuat di lingkungan Kejaksaan maupun bersama masyarakat,” tambah Husairi.
Semarak POR Kejati Sumut tahun ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Tidak hanya mempererat persaudaraan antar pegawai, kegiatan ini juga memperkuat jalinan hubungan antara institusi Kejaksaan dengan insan pers dan masyarakat sekitar.
Dalam suasana yang penuh kebersamaan itu, Kajati Sumut menutup rangkaian POR dengan harapan agar semangat sportivitas, kepedulian, dan solidaritas yang telah tercipta dapat terus terjaga serta menjadi teladan bagi seluruh jajaran Kejaksaan di Sumatera Utara.
(RS)