Reses V di Pulo Brayan Darat II, Wong Chun Sen Tampung Keluhan Warga Soal Infrastruktur dan Sembako

BLOKBERITA.COM – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B melaksanakan Reses V masa sidang II Tahun 2025/2026 di kawasan Sidodame, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Minggu (22/2/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dalam pertemuan itu, Wong Chun Sen membuka sesi dialog dan tanya jawab agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diteruskan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti.

Sri Herawati, warga Pulo Brayan Darat II, mengeluhkan keberadaan tiang listrik yang sudah dalam kondisi miring dan dikhawatirkan akan tumbang. Ia meminta agar kondisi tersebut segera mendapat perhatian sebelum menimbulkan korban jiwa.

“Tiang listriknya sudah miring, kami takut kalau tiba-tiba tumbang dan mengenai warga,” ujarnya.

Selain itu, Sri juga menyampaikan adanya lubang besar di tengah jalan yang sering menyebabkan kendaraan kandas. Lubang tersebut berada di simpang Jalan Mandau dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Keluhan serupa juga disampaikan Boru Siregar terkait persoalan kebersihan. Ia mengatakan sampah kerap berserakan di sepanjang Jalan Mandau karena pengangkutan dinilai tidak rutin. Menurutnya, dalam sepekan sampah hanya diangkut dua kali sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.

Menanggapi hal itu, Lurah setempat, menyampaikan bahwa pengangkutan sampah dilakukan setiap hari. Namun, sejumlah warga tetap menyatakan bahwa di lapangan pengangkutan hanya dilakukan dua kali dalam seminggu.

Menyikapi perbedaan tersebut, Wong Chun Sen meminta lurah untuk lebih aktif memantau kinerja petugas kebersihan di lapangan. Ia menegaskan agar pengangkutan sampah dilakukan secara serius dan konsisten sehingga tidak menimbulkan penumpukan.

“Jangan sampai sampah berserakan dan menimbulkan bau. Lurah harus memantau langsung anggotanya agar bekerja lebih serius,” tegas Wong.

Selain persoalan infrastruktur dan kebersihan, salah seorang warga juga mengeluhkan dampak program MBG yang dinilai berimbas pada kenaikan harga sembilan bahan pokok. Warga merasa beban ekonomi semakin berat akibat lonjakan harga kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Wong menyatakan akan menampung seluruh aspirasi warga dan berkoordinasi dengan pihak terkait, baik di tingkat kota maupun instansi teknis, agar persoalan yang disampaikan dapat segera dicari solusinya. Ia berharap reses menjadi wadah efektif untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.(RS)

Exit mobile version