BLOKBERITA.COM – Keberadaan tiga kendaraan di kediaman Ketua DPRD Kota Medan saat terjadi insiden pohon tumbang sempat menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status kendaraan yang berada di lokasi, khususnya apakah seluruhnya merupakan kendaraan dinas yang melekat pada jabatan Ketua DPRD Kota Medan.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretariat DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit, memberikan penjelasan mengenai status dan peruntukan ketiga kendaraan tersebut.
Erisda menegaskan, keberadaan tiga kendaraan di lokasi kejadian tidak dapat dimaknai bahwa seluruh kendaraan tersebut merupakan kendaraan dinas jabatan Ketua DPRD Kota Medan. Menurutnya, masing-masing kendaraan mempunyai status, fungsi dan peruntukan yang berbeda dalam mendukung kegiatan kedinasan.
“Satu unit merupakan kendaraan perorangan dinas atau kendaraan dinas jabatan yang penggunaannya melekat pada jabatan Ketua DPRD. Kendaraan tersebut merupakan fasilitas yang diberikan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk menunjang pelaksanaan tugas kedinasan,” ujar Erisda, Jumat (21/8/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan pertama merupakan kendaraan perorangan dinas yang memang diperuntukkan bagi pejabat dalam menjalankan tugas kedinasan. Fasilitas tersebut diberikan berdasarkan ketentuan yang mengatur penggunaan kendaraan dinas bagi pejabat daerah.
Sementara kendaraan kedua, kata Erisda, merupakan kendaraan operasional pendukung. Kendaraan tersebut tidak berstatus sebagai kendaraan perorangan dinas Ketua DPRD, melainkan digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas kedinasan.
Kendaraan operasional pendukung itu dapat digunakan untuk menunjang mobilitas petugas, termasuk kebutuhan ajudan atau ADC, pengawalan, pengamanan serta aktivitas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Ketua DPRD dan kegiatan kedinasan.
Sedangkan kendaraan ketiga merupakan kendaraan operasional Sekretariat DPRD Kota Medan. Kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional lembaga legislatif dan tidak melekat sebagai fasilitas kendaraan dinas jabatan Ketua DPRD.
Erisda mengatakan, pada saat kejadian pohon tumbang, kendaraan operasional Sekretariat DPRD tersebut sedang digunakan untuk menunjang kegiatan kedinasan yang berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang dihadiri Ketua DPRD Kota Medan.
“Jadi, kendaraan ketiga itu bukan kendaraan perorangan dinas maupun kendaraan dinas jabatan Ketua DPRD. Itu kendaraan operasional Sekretariat DPRD yang saat itu digunakan sementara untuk mendukung kegiatan kedinasan,” jelasnya.
Karena itu, Erisda meminta masyarakat tidak menyimpulkan bahwa tiga kendaraan yang berada di lokasi merupakan tiga kendaraan dinas jabatan milik Ketua DPRD Kota Medan.
Ia kembali menegaskan, dari tiga kendaraan tersebut hanya satu unit yang berstatus sebagai kendaraan perorangan dinas yang penggunaannya melekat pada jabatan Ketua DPRD. Dua kendaraan lainnya merupakan kendaraan operasional dengan fungsi berbeda.
Klarifikasi tersebut disampaikan Erisda untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat sekaligus meluruskan informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mengenai penggunaan kendaraan dinas dan kendaraan operasional Sekretariat DPRD Kota Medan.
Menurutnya, penggunaan setiap kendaraan pemerintah memiliki fungsi dan mekanisme tersendiri. Karena itu, keberadaan kendaraan di suatu lokasi tidak serta-merta menunjukkan status kendaraan tersebut sebagai kendaraan dinas jabatan pejabat tertentu.
Terkait kendaraan yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon, Erisda menyampaikan bahwa penanganannya akan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan serta status masing-masing kendaraan.
Untuk kendaraan yang berkaitan dengan operasional pemerintah daerah, proses perbaikan akan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme administrasi dan aturan mengenai pengelolaan barang milik daerah.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian pohon tumbang yang terjadi di tengah kondisi cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan deras di sejumlah wilayah Kota Medan.
Erisda berharap seluruh kendaraan yang mengalami kerusakan dapat segera ditangani sesuai prosedur. Ia juga berharap masyarakat yang terdampak akibat cuaca ekstrem mendapat perhatian dan penanganan dari pihak terkait.
“Kami turut prihatin atas kejadian angin kencang dan hujan deras yang mengakibatkan pohon tumbang. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan proses penanganan dapat berjalan dengan baik serta segera diselesaikan,” pungkasnya.(RS)













