BLOKBERITA.COM – Petugas dari tim gabungan Polres Aceh Selatan dan personil Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh telah mengamankan seorang oknum polisi yang diduga merampok di sebuah toko emas di Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto membenarkan hal itu. Dia mengatakan terduga pelaku berinisial MZ (28) yang dapat ditangkap kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya.
” Terduga pelaku berinisial MZ diamankan bersama sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat menjalankan aksinya,” katanya pada pers, kemarin.
Sebagaimana diketahui sebelumnya telah terjadi aksi perampokan di Toko Emas Amin Setia di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, pada Sabtu (18/07/2026). Pelaku dilaporkan sempat menembak etalase kaca dan mengambil sejumlah perhiasan emas.
Saat ini, kata Joko Krisdiyanto, MZ menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana tersebut. Kini, penanganan kasus tersebut telah diambil alih oleh Polda Aceh.
Perwira menengah Polda Aceh itu mengatakan MZ merupakan oknum anggota Polri. Kepolisian menangani kasus tersebut secara profesional, transparan dan tanpa pandang bulu sebagai wujud komitmen Polda Aceh dalam menjaga keamanan serta menjamin rasa aman masyarakat.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, MZ mengakui perbuatannya. Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkaranya dapat terungkap dengan jelas,” ungkap Joko Krisdiyanto.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut. Kepolisian akan membuktikan komitmennya melalui penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh,” tegas Joko. (JJ)












