Tim Gabungan Bea Cukai Operasi Senyap Amankan Tersangka Dan 100 Kg Sabu

barang bukti narkoba yang masih terbungkus bersama tersangka yang diamankan petugas. (foto : dok)

BLOKBERITA.COM – Petugas Tim gabungan Direktorat Interdiksi Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Langsa telah menggagalkan peredaran 100 kilogram narkotika jenis sabu dalam operasi senyap yang digelar di Aceh Timur pada 24–25 Januari 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial MZ di kawasan Alue Tho, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur beserta barang bukti sabu seberat 100 kilogram.

Direktur Interdiksi Narkotika, R Syarif Hidayat membenarkan hal itu. Dia menjelaskan bahwa tim telah lebih dulu memetakan wilayah Peureulak Timur sebagai daerah rawan yang diduga menjadi lokasi penimbunan dan distribusi narkotika.

Pada Sabtu malam, petugas mendeteksi sebuah kendaraan mencurigakan yang keluar dari sebuah gudang yang diduga menjadi tempat transaksi. Tim kemudian melakukan prosedur pemeriksaan dan pengejaran hingga berhasil menghentikan kendaraan tersebut.

” Petugas mengamankan seorang pengemudi berinisial MZ. Dari dalam mobil ditemukan lima karung goni berisi sabu yang setelah ditimbang memiliki berat total 100 kilogram,” ujar Syarif pada pers, kemarin.

Berdasarkan pengakuan tersangka, bahwa dia diperintahkan oleh seseorang berinisial I untuk mendistribusikan sabu tersebut. Saat ini, pelaku berinisial I telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kini tersangka MZ beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Kantor BNN Kota Langsa untuk proses penyidikan dan pengembangan jaringan lebih lanjut.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budi Kismulyanto, menyebutkan bahwa sabu tersebut dikemas dalam lima karung goni, dengan masing-masing karung berisi paket sabu seberat satu kilogram.

” Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya di awal tahun 2026. Kami melihat adanya pola jaringan baru, namun dengan sinergi antarlembaga, kami optimistis jaringan ini dapat dipatahkan,” tegasnya.

Dibagian lain, Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, menegaskan bahwa untuk operasi gabungan akan terus dilakukan, khususnya di Aceh Timur yang masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba.

” Kami tidak akan berhenti pada satu pelaku. Pengembangan akan terus dilakukan hingga jaringan lainnya terungkap. Ini merupakan wujud nyata tugas Bea Cukai sebagai community protector,” pungkasnya. (JJ)

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *