BLOKBERITA.COM – Ketua DPRD Kota Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., bersama anggota DPRD Medan Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H. menghadiri perayaan Festival Mooncake 2026 yang diselenggarakan Yayasan Marga Zhang Sumatera Utara, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan sosial dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan.
Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Marga Zhang Sumatera Utara yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menjaga tradisi, tetapi juga dapat memperkuat nilai kebersamaan antarmasyarakat.
“Festival Mooncake atau Zhong Qiu Jie bukan sekadar tradisi tahunan masyarakat Tionghoa, melainkan juga simbol kerinduan akan kebersamaan, rasa syukur atas hasil panen dan rezeki, serta ungkapan cinta kasih kepada keluarga dan sesama,” ujar Wong.
Ia menilai tema Festival Mooncake 2026, yakni “Melestarikan Budaya, Mempererat Persaudaraan, Membangun Harmoni”, sejalan dengan semangat Kota Medan sebagai kota yang memiliki keberagaman suku, agama, dan etnis.
Menurut Wong, keberagaman yang dimiliki Kota Medan merupakan kekayaan sekaligus kekuatan yang harus terus dirawat secara bersama-sama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kebersamaan dan saling menghormati.
“Masyarakat Tionghoa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan pembangunan Kota Medan. Mari kita jaga terus kebersamaan ini, saling menghormati dan bahu-membahu membangun Medan yang lebih maju, aman dan sejahtera bagi seluruh warganya, tanpa memandang latar belakang suku maupun agama,” katanya.
Wong juga menyoroti filosofi bulan purnama dalam tradisi Zhong Qiu Jie. Menurutnya, bulan purnama memiliki makna tentang kebulatan, keutuhan, dan kesempurnaan dalam kebersamaan keluarga maupun masyarakat.
Ia mengibaratkan cahaya bulan purnama yang menerangi setiap sudut tanpa membeda-bedakan sebagai gambaran semangat pembangunan Kota Medan yang seharusnya dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat.
“Sebagaimana bulan yang bersinar penuh menerangi setiap sudut tanpa membeda-bedakan, demikian pula seharusnya semangat kita dalam membangun Kota Medan, menyinari dan merangkul semua elemen masyarakat secara adil dan merata,” tuturnya.
Wong menegaskan, DPRD Kota Medan berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang dapat memperkuat persatuan, kerukunan antarumat beragama serta hubungan antaretnis.
Menurutnya, Festival Mooncake merupakan salah satu contoh nyata bahwa perbedaan tidak harus menjadi penghalang dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi, persaudaraan dan harmoni sosial.
Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut mempelajari dan melestarikan budaya leluhur. Menurutnya, budaya merupakan bagian dari identitas dan jati diri bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita melupakan akar budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Justru di tengah arus modernisasi, pelestarian budaya seperti inilah yang akan memperkuat karakter dan kepribadian bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Wong turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan Festival Mooncake 2026 sehingga dapat berlangsung meriah dan penuh makna.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perayaan budaya semata, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat persaudaraan lintas suku dan agama.
“Mari jadikan Festival Mooncake ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan lintas suku dan agama, serta bersama-sama membangun Kota Medan yang harmonis, maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Wong Chun Sen kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang merayakan Zhong Qiu Jie. Ia berharap perayaan Festival Mooncake 2026 membawa berkah, kesehatan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.(RS)












