BLOKBERITA.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Sa Pek yang digelar di Tempat Ibadah Thay Seng Hut Co Bio, Jalan Perjuangan Gang Buntu II Nomor 569, Kelurahan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (26/7/2026), berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan. Kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan umat Tridharma, tetapi juga dirangkai dengan berbagai aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Dalam perayaan itu, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., hadir bersama Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara, Budi Malem, S.M.T., didampingi Bendahara Tridharma Komda Sumut, Setiawati Isah. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus Thay Seng Hut Co Bio serta umat yang telah memadati lokasi acara sejak pagi.
Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Selain pelaksanaan doa bersama, panitia juga menggelar kegiatan bakti sosial yang melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari peringatan hari besar tersebut.
Pengurus Thay Seng Hut Co Bio, Akiong, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran para tokoh organisasi keagamaan yang dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan umat sekaligus memperkuat tali silaturahmi.
Menurut Akiong, kehadiran Ketua Permabudhi Sumut beserta jajaran Tridharma Komda Sumut memberikan semangat baru bagi pengurus maupun umat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran Bapak Wong Chun Sen Tarigan, Bapak Budi Malem, beserta seluruh rombongan. Kehadiran mereka merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi umat Tridharma. Kami berharap silaturahmi seperti ini terus terjalin demi memperkuat persatuan dan kerukunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peringatan HUT Dewa Sa Pek merupakan tradisi yang diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Sa Pek sekaligus ungkapan rasa syukur atas limpahan berkah yang diterima umat.
Pada perayaan tahun ini, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan sosial, seperti pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, mengundang anak-anak dari Panti Asuhan Sumatera Satu untuk mengikuti kegiatan bersama, serta pelepasan makhluk hidup sebagai simbol kasih sayang terhadap sesama makhluk dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Wong Chun Sen Tarigan, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang menurutnya mampu memadukan nilai spiritual dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Ia menilai, kegiatan keagamaan semestinya tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ritual, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat luas melalui semangat berbagi dan gotong royong.
“Perayaan HUT Dewa Sa Pek tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga keharmonisan, dan meningkatkan kepedulian sosial. Nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, dan saling membantu harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Wong.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus Thay Seng Hut Co Bio yang dinilai konsisten menyelenggarakan kegiatan sosial setiap perayaan hari besar keagamaan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan contoh nyata implementasi ajaran kebajikan yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun golongan.
Sementara itu, Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara, Budi Malem, mengatakan bahwa kegiatan sosial yang menyertai perayaan keagamaan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud implementasi ajaran cinta kasih.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus berkembang sehingga mampu memperkuat hubungan antarsesama umat maupun masyarakat secara umum.
“Kami bersyukur dapat hadir dan bersilaturahmi bersama seluruh pengurus serta umat. Semoga peringatan HUT Dewa Sa Pek membawa berkah, kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Kami juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan karena menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sesama,” ujar Budi Malem.
Rangkaian syukuran ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Semangat toleransi, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam perayaan HUT Dewa Sa Pek diharapkan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat Sumatera Utara untuk menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat budaya berbagi dalam kehidupan sehari-hari.(RS)












