DPRD Soroti Kinerja Wali Kota Medan, Dinilai Minim Capaian Nyata

BLOKBERITA.COM – Kinerja Wali Kota Medan, Rico Putra Bayu Waas, menuai sorotan dari DPRD Kota Medan. Ketua Komisi I DPRD Medan, Reza Pahlevi Lubis, menilai selama sekitar satu setengah tahun masa kepemimpinan, belum terlihat capaian signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam keterangannya di Gedung DPRD Medan, Senin (13/4/2026), Reza menyebut jalannya pemerintahan saat ini lebih banyak diwarnai kegiatan bersifat seremonial tanpa diikuti hasil konkret di lapangan. Ia menilai lemahnya pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu penyebab belum optimalnya kinerja pemerintah kota.

Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang pemerintahan, Komisi I DPRD Medan menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini belum tertangani dengan baik. Di antaranya penanganan banjir yang masih menjadi keluhan masyarakat serta kualitas layanan kesehatan yang dinilai belum menunjukkan perbaikan, bahkan cenderung menurun.

Reza juga menyinggung kondisi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Medan yang dinilai belum stabil. Sejumlah jabatan strategis hingga saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), termasuk posisi Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Kepala Dinas Kesehatan.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat jalannya program kerja, terutama dalam pengambilan kebijakan strategis. Ia menilai pejabat berstatus Plt memiliki keterbatasan dalam melakukan inovasi dan terobosan kebijakan.

“Sulit mengharapkan percepatan program jika posisi kunci hanya diisi oleh pelaksana tugas. Dibutuhkan pejabat definitif yang memiliki kewenangan penuh,” ujarnya.

Selain itu, Reza mengungkapkan adanya informasi terkait rencana pengisian jabatan Kepala Dinas SDABMBK oleh pejabat dari luar daerah, yakni dari Kabupaten Langkat. Ia mengingatkan agar proses pengisian jabatan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi dan rekam jejak.

Menurutnya, penanganan persoalan banjir di Medan membutuhkan pemahaman mendalam terhadap kondisi wilayah. Jika tidak, kebijakan yang diambil dikhawatirkan tidak tepat sasaran.

Ia menambahkan, selain dua dinas tersebut, masih terdapat beberapa posisi pimpinan OPD lain yang juga belum diisi secara definitif. Kondisi ini dinilai mencerminkan belum optimalnya manajemen pemerintahan di Kota Medan.

Di akhir pernyataannya, Reza mendorong Wali Kota Medan untuk lebih fokus pada realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia juga mengajak publik untuk turut mengawasi dan memberikan masukan sebagai bagian dari evaluasi kinerja pemerintah daerah ke depan.(RS)

Exit mobile version