BLOKBERITA.COM – Petugas dari tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC telah menggerebek tempat hiburan malam (THM) New Zone (NZ) di Kota Medan, pada Sabtu dini hari. (23/05/2026).
Informasi menyebut, terkait operasi penindakan itu petugas juga mengamankan 34 orang yang terdiri dari pemilik (owner), manajer, staf, pengunjung dewasa, hingga anak di bawah umur. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti narkotika dari lokasi kejadian.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso membenarkan hal tersebut. Dia mengungkapkan bahwa petugas langsung melakukan tes urin terhadap seluruh pihak yang terjaring. Dari hasil pemeriksaan telah menunjukkan sebagian dari mereka positif mengonsumsi narkoba.
Kini, seluruh pihak yang diamankan telah dibawa ke kantor Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan secara intensif guna mendalami dari peran masing-masing dalam jaringan peredaran maupun penggunaan narkoba dimaksud.
Selanjutnya, pihak Direktorat Tindak Pidana Nark0ba Bareskrim Polri juga telah menetapkan empat orang sebagai tersangka atas dugaan peredaran narkoba di tempat hiburan malam (THM) New Zone tersebut.

” Kami membawa para tersangka dan sejumlah barang bukti ke kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso pada awak media, Selasa (26/05/26).
Keempat tersangka itu masing-masing: Destri Ayu Lestari (39) yang berperan sebagai penyedia barang di New Zone, Sherina Husnaini (19) berperan sebagai perantara, Josef Liopisa alias Asiang (73) merupakan Admin HRD yang melakukan monitoring terhadap razia aparat dan membiarkan adanya peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut.
Kemudian untuk tersangka keempat yakni Anthony Wijaya alias Aan yang memiliki peran manajer operasional membiarkan peredaran narkoba guna mendapatkan keuntungan terhadap penjualan.
” Didapatkan fakta bahwa peredaran dan jual beli yang bebas pada Tempat Hiburan Malam New Zone yang melibatkan management,” ungkapnya.
Selanjutnya, untuk saat ini penyidik juga tengah menelusuri aliran dana dari hasil peredaran narkoba dalam jaringan tersebut. (JJ)












