Heboh !! Diduga Oknum Perwira Poldasu AKBP HS Saat ‘Dugem’ Viral Di Medsos

cuplikan video yang viral menunjukkan seorang wanita yang sedang berjoget dipeluk erat oleh oknum perwira polisi bersangkutan di lokasi hiburan malam. (foto : dok)

BLOKBERITA.COM – Heboh sebuah video viral yang beredar di media sosial (Medsos) telah memperlihatkan dugaan oknum perwira Polda Sumut berinisial HS asyik berjoget (dugem) sambil memeluk seorang wanita diiringi dentuman musik keras di tempat hiburan malam (KTV) di Kota Medan.

Dalam rekaman yang viral pada Kamis (30/04/2026), video itu pun langsung menyebar luas dan menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang mempertanyakan profesionalitas dan etika sebagai aparat penegak hukum.

Selanjutnya, Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan pun membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan mengamankan oknum yang bersangkutan guna menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumut.

” Oknum perwira berinisial AKBP HS bersama satu anggotanya, Brigadir NPL, kini telah diamankan di Bidpropam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya pada pers di Medan, kemarin.

Dia mengatakan bahwa video yang beredar itu telah direkam oleh seorang perwira lainnya berinisial Kompol DK. Berdasarkan informasi awal, keberadaan AKBP HS dan anggotanya di lokasi hiburan malam tersebut berkaitan dengan kegiatan penyelidikan (lidik) tindak pidana narkotika di salah satu tempat hiburan malam.

” Saat ini pihak Bidpropam Polda Sumut masih terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman,” ulangnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa jika benar sosok dalam video memang merupakan anggota kepolisian, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

” Tidak pernah dibenarkan setiap personil kepolisian melakukan pelanggaran. Apalagi jika terbukti seperti dalam rekaman video itu,” tegasnya.

Namun begitu, Polda Sumut juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses pemeriksaan yang tengah berlangsung. Hal ini penting guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta menghindari kesimpangsiuran informasi.

Menurut dia, pihak kepolisian telah menegaskan bahwa Kapolda Sumut tidak akan pernah memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya.

Kasusnya kini masih tetap dalam proses penyelidikan oleh Bidpropam dan publik pun menanti hasil resmi serta langkah tegas dari institusi kepolisian. (JJ)

 

Baca berita terkini di Blokberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *