Dinas LHK Sumut Pamerkan Budi Daya Reproduksi Maggot Dan Tawarkan Hasil UMKM Petani Binaan

M Alfi di stan Dinas LHK Provsu. (foto : dok)

BLOKBERITA.COM – Stan/panggung Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (LHK Provsu) menampilkan reproduksi Maggot dalam ajang Pekan Raya ke -50 tahun ini.

Kepala Dinas LHK Provsu Heri Wahyudi Marpaung melalui M Alfi Rizki Hasibuan, mengatakan pihaknya memamerkan kepada para pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tentang pengolahan sampah yang berkelanjutan. ” Atau di masyarakat itu istilahnya magot,” katanya saat ditemui wartawan, Sabtu malam (04/07/2026).

Selain itu, kata dia, stan nya juga menawarkan hasil-hasil pertanian para petani di bawah binaan Instansi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu. ” Seperti ada hasil Usaha Kecil Menengah (UMKM) dari petani binaan kita, yaitu madu, kopi dan sejumlah komoditi lainnya,” jelasnya.

M Alfi Rizki Hasibuan menjelaskan pula secara singkat untuk proses menghasilkan maggot yakni sampah-sampah rumah tangga dikumpulkan oleh para pekerja pengolahan pihaknya. Lalu diproses menjadi pangan ayam atau unggas, sehingga dapat menghasilan telur, yang nantinya akan berkelanjutan. ” Tentu telur-telur itu juga dapat kita konsumsi,” ucapnya.

Dia mengimbau bagi warga yang datang ke PRSU dipersilahkan untuk berkunjung atau singgah di stan mereka.
” Kita imbau kepada masyarakat, silahkan berkunjung ke stan agar melihat budi daya maggot, yaitu pengolahan sampah yang berkelanjutan serta tampilan produk-produk hasil kelompok petani dari binaan kita,” imbuhnya.

” Tabunglah sampahmu dan raihlah keberkahan. Artinya, silahkan bawa sampah yang sudah kita kumpulkan, berkunjunglah setiap hari Jumat ke Kantor kita Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara di Jalan SM Raja No 14 Medan-Amplas (Depan Univ. Al-Wasliyah Medan),” tambahnya.

Menurut dia, sampah tersebut dapat ditukarkan dengan sembilan bahan pokok (Sembako), berupa beras, minyak goreng, gula dan lain-lain sebagainya.

” Untuk itu, jaga sampah kita agar jangan dibuang sembarangan, guna menjaga kelestarian lingkungan kita, yang berkelanjutan. Dan silahkan berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, karena sampah jadi berkah (Sajadah),” ujarnya.

Di kesempatan itu pula dia juga mengimbau kepada masyarakat petani lebah, untuk bersama-sama dalam menjaga kelestarian hutan di sekitar lingkungan.

” Boleh mengambil madu di hutan, tetapi jangan tebang pohonnya. Dan hasil dari petani pengumpul madu tadi, silahkan datang ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, untuk selanjutnya tim kita akan pasarkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkannya,” pungkasnya. (Tim)

 

Exit mobile version