IMT-GT Ke-32 Sukses Digelar, Sumut Bentuk Forum Sumatera 10 Untuk Perkuat Kerja Sama Kawasan * Delegasi Apresiasi Potensi Sumut

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan pemaparan di IMT GT, Hotel JW Marriott, Medan. (foto : dok)

BLOKBERITA.COM — Sumatera Utara (Sumut) sukses menjadi tuan rumah Pertemuan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) Ke-32 sekaligus memperkuat kerja sama antardaerah melalui pembentukan Forum Sumatera 10. Pertemuan yang diikuti delegasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand tersebut mendapat apresiasi karena dinilai mampu membuka peluang investasi, memperluas konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Pertemuan IMT-GT Ke-32 berlangsung pada 7–10 September 2026 di Medan. Rangkaian pertemuan berjalan lancar dan turut mempertemukan 10 gubernur se-Sumatera dalam forum yang digagas Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah mengatakan Sumut mampu menunjukkan potensi yang besar. Menurutnya, letak Pulau Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand menjadi modal penting untuk memperluas pasar, memperkuat konektivitas, dan mendorong perdagangan antarwilayah.

“Ini kali pertama saya bertemu dengan beliau (Gubernur Bobby Nasution). Saya melihat potensi yang besar dan komitmen yang kuat. Paparan yang disampaikan juga menunjukkan banyak peluang ekonomi yang dimiliki Sumatera Utara,” kata Akmal usai IMT GT di Hotel JW Marriott, Medan, Kamis (10/09/2026).

Dia bahkan mencontohkan skema logistik Malaysia melalui Pelabuhan Pulau Pinang yang terhubung ke Perlis dan Thailand sebagai model yang berpotensi diterapkan untuk memperluas jalur perdagangan kawasan IMT-GT.

Apresiasi juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif Gubernur Bobby Nasution yang menggagas pertemuan 10 gubernur se-Sumatera dalam rangkaian IMT-GT. Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan pembentukan Forum Sumatera 10 sebagai wadah untuk memperkuat kerja sama antarprovinsi di Pulau Sumatera.

Tito menegaskan, jika potensi kerja sama antarprovinsi ini dimanfaatkan maksimal, dampaknya bukan hanya bagi Sumatera, tetapi juga mendorong pertumbuhan daerah dan kontribusi bagi perekonomian nasional.

Pertemuan IMT-GT juga menghasilkan beragam usulan proyek kerja sama strategis. Pada forum gubernur, Gubernur Bobby Nasution menyampaikan sejumlah proyek strategis Sumut, antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei seluas 1.934 hektare, Toba Caldera Resort senilai US$1,73 miliar di kawasan Danau Toba, Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) seluas 2.445 hektare, serta pusat ekonomi kreatif, MICE, dan smart city terpadu di Deli Serdang.

Tak hanya Sumut, provinsi-provinsi lain se-Sumatera turut memamerkan proyek unggulannya, mulai dari rumah sakit wisata medis di Sabang, Aceh, jalur RORO Dumai–Melaka dan Tanjung Buton, Riau, Kawasan Perdagangan Bebas Batam–Bintan–Karimun (Kepri), hingga KEK Ujung Jabung senilai Rp87,87 triliun di Jambi.

Melalui Bobby, lima rekomendasi gubernur juga disampaikan. Pertama, mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan negara bagian/provinsi sebagai penggerak utama untuk mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kedua, integrasi konsep hijau ke dalam kerangka kerja CMGF untuk menyelaraskan kebijakan Green City dengan Sustainable Urban Development Framework (SUDF). Ketiga, mempertahankan IMT-GT Green City Award sebagai program tahunan untuk mengapresiasi kota-kota yang mendorong pembangunan hijau, inklusif, dan tangguh.

Keempat, penguatan pelaksanaan SUDF melalui koordinasi nasional-daerah dan platform Konferensi Tingkat Menteri Green City. Kelima, pemanfaatan kolaborasi Asian Development Bank (ADB) dan ASEAN untuk memobilisasi dukungan teknis dan finansial bagi proyek koridor dan inisiatif Green City.  (REL)

Exit mobile version