Medan Lumpuh Diguyur Gelap, Ketua DPRD Semprot PLN: Masyarakat Dirugikan, Kriminalitas Mengancam

BLOKBERITA.COM – Kota Medan mendadak lumpuh setelah hampir seluruh wilayah mengalami pemadaman listrik massal yang dimulai pukul 18.45 WIB, Jumat (22/5/2026). Padamnya aliran listrik yang berlangsung sepanjang malam memicu keresahan luas di tengah masyarakat, mulai dari kemacetan parah di sejumlah ruas jalan hingga terganggunya pelayanan publik dan aktivitas ekonomi warga.

Pantauan di sejumlah titik di Kota Medan, padamnya listrik membuat lampu lalu lintas atau trafic light tidak berfungsi. Kondisi itu menyebabkan arus kendaraan semrawut dan memicu kemacetan panjang, terutama di persimpangan jalan utama dan kawasan padat aktivitas.

Warga juga mengeluhkan terganggunya aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga layanan kesehatan. Tidak sedikit masyarakat yang khawatir terhadap potensi meningkatnya tindak kriminalitas akibat kondisi kota yang gelap gulita sepanjang malam.

Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, menyayangkan terjadinya pemadaman listrik massal yang dinilai sangat merugikan masyarakat. Menurutnya, PLN harus bertanggung jawab dan memberikan penjelasan terbuka terkait penyebab gangguan besar tersebut.

“Ini sangat disesalkan. Pemadaman listrik hampir di seluruh Kota Medan jelas merugikan masyarakat. Banyak sektor terganggu, mulai dari rumah sakit, pelayanan publik, usaha masyarakat hingga keselamatan pengguna jalan,” kata Wong Chun Sen, Jumat malam.

Ia menegaskan, dampak pemadaman bukan hanya sebatas ketidaknyamanan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan, kata dia, menjadi sektor vital yang paling rawan terdampak ketika listrik padam dalam waktu lama.

“Kalau rumah sakit mengalami gangguan listrik tentu sangat berbahaya bagi pasien. Belum lagi masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan darurat. Ini persoalan serius yang tidak boleh dianggap biasa,” tegasnya.

Selain itu, Wong Chun Sen juga menyoroti potensi meningkatnya angka kriminalitas akibat padamnya listrik di sejumlah kawasan permukiman dan jalan-jalan utama Kota Medan.

“Kondisi gelap sepanjang malam tentu rawan memicu tindak kriminal. Masyarakat jadi tidak merasa aman. PLN harus benar-benar mengevaluasi sistem kelistrikan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Politisi senior tersebut meminta PLN segera bergerak cepat memulihkan aliran listrik secara menyeluruh serta memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi sistem kelistrikan yang mengalami gangguan.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan listrik yang stabil karena listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan utama pada sistem kelistrikan terjadi tepat pada pukul 18.44 WIB. Saat itu, sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah dilaporkan mengalami gangguan hingga menyebabkan sistem terputus atau terpisah.

Gangguan tersebut berdampak langsung terhadap pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kota Medan dan daerah sekitarnya. Akibat terputusnya sistem interkoneksi, pemadaman total atau blackout tidak dapat dihindari.

Hingga malam hari, sejumlah kawasan di Kota Medan dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik. Warga berharap PLN segera menormalkan pasokan listrik agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Di media sosial, keluhan masyarakat juga membanjiri berbagai platform digital. Banyak warga mengunggah kondisi jalanan yang gelap, antrean kendaraan di persimpangan tanpa lampu lalu lintas, hingga matinya jaringan internet akibat pemadaman listrik tersebut.

Masyarakat meminta PLN tidak hanya fokus pada pemulihan sementara, tetapi juga melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem distribusi dan interkoneksi listrik agar blackout besar seperti ini tidak terus berulang di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.(RS)

Exit mobile version