BLOKBERITA.COM – Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PT PLN, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk lebih sigap dan responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pohon tumbang dan gangguan jaringan listrik akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir.
Desakan tersebut disampaikan menyusul tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kejadian tersebut juga berdampak pada terputusnya aliran listrik ke rumah-rumah warga.
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah maupun instansi terkait. Oleh karena itu, setiap laporan yang disampaikan warga harus segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Saya meminta DLH, PLN, dan instansi terkait bergerak cepat merespons setiap pengaduan warga. Jangan sampai masyarakat harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan penanganan,” ujar Dame Duma Sari Hutagalung, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, lambannya respons terhadap laporan masyarakat dapat menimbulkan keresahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. Ia menilai penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian material maupun korban jiwa.
Dame Duma mencontohkan salah satu kejadian yang terjadi di Gang Sekolah, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia. Sebuah pohon tumbang dilaporkan menimpa jaringan listrik yang mengakibatkan aliran listrik ke rumah warga terputus selama dua hari.
Kondisi tersebut, kata dia, sangat merugikan masyarakat karena menghambat berbagai aktivitas sehari-hari. Padahal, warga yang terdampak telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait agar segera dilakukan penanganan.
“Pemilik rumah sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait, namun hingga kini belum mendapat penanganan. Kondisi seperti ini tentu sangat disayangkan karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat,” katanya.
Ia menambahkan, kejadian serupa berpotensi kembali terjadi apabila langkah antisipasi tidak dilakukan secara maksimal. Oleh sebab itu, koordinasi antarlembaga harus diperkuat sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan efektif.
Selain penanganan pascakejadian, Dame Duma juga meminta DLH Kota Medan untuk melakukan langkah pencegahan dengan melakukan pemangkasan atau penebangan terhadap pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang. Menurutnya, upaya preventif jauh lebih baik dibandingkan menunggu hingga terjadi musibah yang dapat membahayakan warga.
“Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban akibat lambannya penanganan. Terkhusus buat DLH, harus segera memangkas atau memotong pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang,” tegasnya.
Dame Duma juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki potensi risiko tinggi, baik terkait pohon tumbang maupun gangguan jaringan listrik.
Menurutnya, keberadaan pohon-pohon besar yang sudah tua dan berada di dekat permukiman maupun jaringan listrik perlu mendapatkan perhatian khusus. Pemeriksaan berkala harus dilakukan untuk memastikan kondisi pohon masih aman dan tidak membahayakan masyarakat.
Ia berharap seluruh OPD terkait dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam merespons laporan masyarakat yang berkaitan dengan keselamatan dan kebutuhan dasar warga. Dengan penanganan yang cepat, masyarakat akan merasa terlindungi dan mendapatkan kepastian pelayanan dari pemerintah.
“Jangan sampai laporan masyarakat diabaikan. Ketika ada pohon tumbang atau gangguan listrik yang mengancam keselamatan warga, harus ada tindakan cepat di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” pungkasnya.(RS)












