Dame Duma Soroti Pembebasan Lahan dan Antisipasi Pohon Tumbang untuk Atasi Banjir di Medan Helvetia

BLOKBERITA.COM – Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai menjadi penyebab masih terjadinya banjir di kawasan Medan Helvetia. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah belum tuntasnya proses pembebasan lahan terhadap sebuah rumah yang berada di seberang SPBU Jalan Kapten Sumarsono, yang dinilai menghambat upaya penanganan drainase menuju Sungai Bedera.

Hal tersebut disampaikan Dame Duma dalam rapat dengar pendapat (RDP) pembahasan penanganan banjir yang digelar Komisi IV DPRD Kota Medan, Senin (8/6/2026). Dalam rapat tersebut, ia meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera menyelesaikan proses ganti rugi kepada pemilik rumah agar program normalisasi saluran air dapat berjalan maksimal.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, persoalan tersebut sudah berulang kali dibahas dalam berbagai pertemuan, namun hingga kini belum juga menemukan solusi yang konkret. Akibatnya, upaya penanganan banjir di wilayah Medan Helvetia belum dapat dilakukan secara optimal.

“Untuk mengantisipasi banjir di wilayah Helvetia, rumah yang berada di seberang SPBU Jalan Kapten Sumarsono itu harus segera diselesaikan persoalannya. Kita sudah berulang kali membahasnya, namun sampai sekarang belum ada penyelesaian,” ujar Dame Duma dalam rapat tersebut.

Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya sebatas normalisasi saluran drainase atau pengerukan sedimentasi, tetapi juga harus menyelesaikan berbagai kendala yang menjadi hambatan di lapangan. Menurutnya, jika persoalan pembebasan lahan tidak segera dituntaskan, maka aliran air menuju Sungai Bedera akan tetap terganggu dan berpotensi menyebabkan genangan saat hujan deras.

Dame Duma meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan koordinasi dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur pengendalian banjir. Ia menilai, langkah cepat dan tepat sangat dibutuhkan mengingat curah hujan di Kota Medan belakangan ini cukup tinggi.

Selain menyoroti persoalan banjir, Dame Duma juga memberikan perhatian khusus terhadap meningkatnya kejadian pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut data yang diperolehnya, sedikitnya 112 pohon tumbang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah karena berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

“Curah hujan saat ini cukup tinggi dan cuaca sangat ekstrem. Kami meminta Pemko Medan segera mencari solusi terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Jangan menunggu sampai menimbulkan korban,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kejadian pohon tumbang tidak hanya mengakibatkan kerusakan fasilitas umum maupun kendaraan warga, tetapi juga dapat membahayakan jiwa masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.

Karena itu, Dame Duma meminta OPD terkait, khususnya yang membidangi pertamanan dan lingkungan hidup, untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap pohon-pohon yang sudah tua, lapuk, atau berada dalam kondisi miring dan berpotensi tumbang.

Menurutnya, langkah pemangkasan ranting maupun penebangan terhadap pohon yang dinilai berisiko harus dilakukan secara berkala sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

“Kita memahami bahwa cuaca saat ini sulit diprediksi. Namun, langkah antisipasi tetap harus dilakukan agar keselamatan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Dame Duma berharap pemerintah tidak hanya bergerak setelah terjadi bencana atau insiden yang menimbulkan korban. Ia menilai upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah kejadian.

Melalui pembahasan dalam RDP tersebut, DPRD Kota Medan berharap berbagai persoalan yang berkaitan dengan banjir dan potensi pohon tumbang dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Dengan langkah yang cepat dan terkoordinasi, risiko banjir maupun dampak cuaca ekstrem di Kota Medan diharapkan dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.(RS)

Exit mobile version