BLOKBERITA.COM – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno Juni 2026, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yang mengalami stunting dan hidrosefalus dengan mengunjungi sejumlah rumah warga di Kota Medan, Minggu (14/6/26). Dalam kunjungan tersebut, Wong menyerahkan bantuan berupa susu, vitamin, serta kebutuhan pokok lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen Ketua DPRD Medan untuk mendorong perhatian terhadap persoalan stunting dan penyakit kronis pada anak yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. Selain menyerahkan bantuan, Wong juga memberikan semangat dan dukungan moral kepada keluarga yang selama ini berjuang mendampingi proses pengobatan anak-anak mereka.
Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Jehan Arisa Pakpahan (5), yang berada di Jalan Mustapa Gang 7, Lingkungan XI dan XII, Kelurahan PBD I, Kecamatan Medan Timur. Jehan diketahui masih berjuang melawan stunting dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Ibunda Jehan, Siska Melfi Putri, mengungkapkan bahwa putrinya hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif dan kerap keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi keluarga yang terus berupaya memberikan perawatan terbaik.
Melihat kondisi tersebut, Wong Chun Sen menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan motivasi kepada keluarga agar tetap tabah dan tidak menyerah dalam mendampingi proses pengobatan Jehan. Ia juga menyerahkan bantuan berupa susu dan vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak tersebut.
Usai dari Medan Timur, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah Adriel Delano Siagian (5) di Jalan Gurila, Kecamatan Medan Perjuangan. Berbeda dengan Jehan, kondisi kesehatan Adriel dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik setelah menjalani berbagai upaya pengobatan dan perawatan.
Pada kesempatan itu, Wong menyerahkan bantuan berupa susu, vitamin, dan pampers kepada orang tua Adriel. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung proses pemulihan kesehatan anak.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke rumah Asyifa Amelia (13) di Jalan Pimpinan Gang Langgar, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan. Asyifa diketahui menderita hidrosefalus, yaitu kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas.
Saat ini, Asyifa masih terbaring di tempat tidur dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kedua orang tuanya untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, Wong menyerahkan bantuan berupa susu, vitamin, serta popok sekali pakai guna membantu meringankan beban keluarga dalam merawat Asyifa.
Kunjungan terakhir dilakukan ke kediaman Afia Indira Putri (5) di Jalan Pertiwi Gang Kesuma Nomor 10, Kecamatan Medan Tembung. Dalam pertemuan tersebut, nenek Afia yang sehari-hari merawat cucunya menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Afia mengalami perkembangan positif dalam beberapa waktu terakhir.
Mendengar kabar tersebut, Wong mengaku bersyukur dan berharap kondisi Afia terus membaik hingga dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak seusianya. Ia juga menyerahkan bantuan berupa susu, vitamin, dan kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan kepada keluarga.
Di sela-sela kegiatan, Wong Chun Sen menegaskan bahwa persoalan stunting dan penyakit kronis pada anak tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan stunting serta penanganan anak-anak dengan penyakit kronis dapat berjalan lebih optimal.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian dan perlindungan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka memperoleh gizi yang cukup, pelayanan kesehatan yang baik, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Wong.
Ia berharap momentum Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa Proklamator Republik Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
Melalui kegiatan kemanusiaan tersebut, Wong berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berpartisipasi membantu keluarga-keluarga yang memiliki anak penderita stunting maupun hidrosefalus, sehingga kualitas hidup mereka dapat terus meningkat dan angka stunting di Kota Medan semakin menurun.(RS)












