Ledakan Maut di Grand Polonia, Ketua DPRD Medan Minta Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

BLOKBERITA.COM – Proses evakuasi korban ledakan yang terjadi di salah satu rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, akhirnya rampung. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian. Berdasarkan data yang dihimpun, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, satu orang mengalami luka ringan, sementara satu korban lainnya dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras melakukan proses pencarian dan evakuasi korban di tengah kondisi yang penuh risiko.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan yang telah bekerja maksimal dalam proses evakuasi korban. Atas nama pribadi dan DPRD Kota Medan, kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Wong Chun Sen, Rabu (22/7/2026).

Menurut Wong, keberhasilan proses evakuasi menunjukkan sinergi yang baik antara berbagai unsur penanganan bencana, mulai dari Basarnas, kepolisian, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan hingga unsur terkait lainnya. Ia berharap seluruh korban yang masih menjalani perawatan segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Setelah proses pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai, perhatian kini beralih pada tahapan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tersebut.

Wong mengatakan, penyelidikan secara ilmiah menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab ledakan sehingga informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak lagi bersifat spekulatif. Karena itu, ia menyatakan dukungan penuh terhadap jajaran Laboratorium Forensik Polrestabes Medan yang akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita mendukung sepenuhnya langkah Laboratorium Forensik Polrestabes Medan di bawah komando Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, untuk mengungkap secara menyeluruh apa yang sebenarnya menjadi penyebab ledakan dahsyat tersebut,” katanya.

Ia menilai hasil penyelidikan yang objektif dan berdasarkan bukti ilmiah sangat dibutuhkan agar seluruh fakta dapat terungkap secara transparan. Dengan demikian, penyebab insiden dapat diketahui secara pasti sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum maupun evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, Wong Chun Sen juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab ledakan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial. Menurutnya, beredarnya berbagai spekulasi justru dapat memperkeruh suasana dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa setiap informasi yang belum dipastikan kebenarannya berpotensi menjadi hoaks dan dapat mengganggu jalannya proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat kepolisian.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak membuat konten ataupun menyampaikan pendapat yang belum tentu benar mengenai penyebab ledakan tersebut. Berikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional,” ujarnya.

Wong menambahkan, masyarakat sebaiknya menunggu hasil resmi penyelidikan Laboratorium Forensik dan kepolisian sebelum menarik kesimpulan. Ia optimistis tim penyidik akan bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

“Kita tunggu hasil penyelidikan Laboratorium Forensik Polrestabes Medan agar semuanya menjadi terang benderang. Dengan begitu, tidak ada lagi dugaan maupun spekulasi yang dapat menyesatkan masyarakat,” pungkasnya.

Peristiwa ledakan di Kompleks Grand Polonia Medan menjadi perhatian luas karena mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan pada bangunan. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan, sementara lokasi kejadian tetap dipasang garis polisi guna kepentingan proses olah tempat kejadian perkara.(RS)

Exit mobile version